jualan

jualan

SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Pin. BB : 7ED20F5E

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Kamis, 27 Desember 2007

[INFO] tahapan singkat proses pembuatan plat baja mulai dari pellet besi sampai menjadi plat baja.

  1. Pellet besi (sponge iron) mengandung karbon tinggi dan pengotor lainnya dihasilkan oleh blast furnace
  2. Pellet besi dimasukan ke Basic Oxygen Furnace (BOF) merupakan tahap pertama refining. Pengotor khususnya fosfor dihilangkan melalui peniupan gas oksigen ke dalam logam cair. Karbon terlarut akan teroksidasi menjadi gas CO (karbon monoksida) dan CO2 dari furnace, di sisi lain pengotor (Si, Mn dan P) teroksidasi akan menjadi slag dengan penambahan fluks CaO
  3. Logam cair berada di ladle, ladle di arahkan ke tundish. Logam cair dialirkan ke tundish menggunakan nozzle yang dialiri oleh gas Argon agar udara luar tidak masuk dan meminimalkan reoksidasi baja dan timbul inklusi. Manfaat tundish adalah menjaga konstan laju baja cair ke mold dan membentuk dimensi slab
  4. The Continuous Caster membentuk bentuk-bentuk baja untuk proses selanjutnya.
  5. Slab dipotong-potong dengan las gas acetylene & oksigen.
  6. Slab diinspeksi dan permukaan di grinding atau scarfing untuk menghilangkan cacat permukaan.
  7. Slab dipanaskan kembali ke dalam furnace sebelum proses rol panas
  8. Slab dimasukan ke alat Hot Rolling Mill untuk diproses pengerolan hingga menjadi pelat pada temperature 2300 F sehingga menghasilkan pelat dengan ketebalan lebih dari 6,0 mm atau 4,6 mm.

Tidak ada komentar: