SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Jumat, 24 Mei 2013

Uji tetes larutan untuk kualitas pelapisan Nikel-krom dengan logam dasar baja/besi


Pelapisan nikel-krom dengan logam dasar baja/besi telah menjad trend saat ini di bidang otomotif, furniture, peralatan dapur, dan sebagainya. Industri besar dan industri kecil tentunya telah membuat beraneka ragam tersebut. Tujuan pelapisan nikel-krom tentunya untuk meningkatkan perfoma logam dasar ( baja/besi) agar tahan karat dan sisi artistik/keindahan. 

Perlu disadari bahwa pembuatan lapisan nikel-krom membutuhkan keahlian dan `jam terbang` tinggi dari para pekerja agar perfoma material setelah pelapisan terus bertahan hingga lama. Namun kadang `defect` atau cacat pasti terjadi saat setelah pelapisan seperti `cracking` (pecah-pecah). Kasus `cracking` mungkin kita bisa lihat secara visual/ mata telanjang. Bagaimana dengan `micro cracking` ( pecah-pecah mikro/skala kecil) atau juga adanya `hole` / lubang halus di permukaan lapisan yang tidak terlihat oleh mata kita. Lubang-lubang itu tembus hingga logam dasar baja/besi jika terkena air/cairan asam/alkali/garam akan mengalami bintik karat.

Memang sebaiknya, para pelaku pelapisan krom harus memahami arti `Quality Control` / Kontrol kualitas atas lapisan hasil pengerjaan, tidak hanya sisi keindahan (cermelang), juga sisi perfoma material lapisan. Sehingga moderator merekayasa dan memformulasikan sendiri cairan /larutan untuk ditetes sebagai bagian dari `Quality Control`.

Cara kerja cairan tetes buatan moderator adalah :
1. Jika dalam 1 menit (60 detik), larutan di tetes ke lapisan nikel-krom tidak bereaksi, lapisan tersebut bagus. Ini dikarenakan larutan ini tidak mengenai logam dasar baja.besi.

2. Jika dalam 1 menit (60 detik), larutan di tetes ke lapisan nikel-krom bereaksi menjadi bintik coklat atau kusam, lapisan tersebut kurang bagus dan harus dikerjakan ulang.  Ini dikarenakan larutan ini bereaksi mengenai logam dasar baja/besi.

Larutan ini adalah pengembangan HASIL KARYA ANAK BANGSA terbaru, bukan berasal dari Luar Negeri, dan belum di PATEN-kan.
Tertarik..???

Silahkan hubungi 
Moderator, Pengembang dan Rekayasawan Muda

Dr.Eng, Gadang Priyotomo, ST.,M.Si

No. HP. 0858-8863-6002 (Mohon SMS)
E-Mail : Gadangp@gmail.com






Selasa, 14 Mei 2013

Uji tetes larutan kimia untuk identifikasi awal Stainless steel 304, 2XX dan mild steel buatan anak negeri Indonesia.

Umumnya penggunaan stainless steel sangat luas. Sehingga kita tidak tahu apakah sebenarnya jenis stainless steel yang ada di pasaran.

Stainless steel /SS 304 memang sangat popular digunakan disegala bidang misalnya dekoratif, dapur, dan sebagainya. Harga material ini cukup mahal karena keberadaan unsur kimia 18%wt Cr- 8%Wt Ni. Sehingga perlu adanya subtitusi unsur yang lebih murah misalnya unsur Nikel dengan harga mahal diganti dengan unsur Mangan (Mn). Pergantian ini tidak sembarangan karena unsur Mn adalah penstabil fasa austenitik seperti unsur Nikel.

Stainless steel/ SS 201 akhirnya digunakan untuk menjawab pernyataan di atas dengan harga yang `reseanable & Cheap` dibandingkan dengan SS 304 walaupun sama-sama stainless steel austenitik. Namun diingat bahwa ketahanan korosi SS 201 lebih buruk dibandingkan ketahanan SS 304 karena pengurangan unsur nikel. Penggunaan SS 201 ini juga dipakai di bidang dekorasi dan alat-alat dapur seperti sendok, garpu, dll.

Sehingga saya sebagai moderator mencoba merekayasa dan menformulasi larutan deteksi dini material tersebut untuk pengujian awal di lapangan dengan pengujian tetes hasil buatan moderator. Namun diingat harus juga dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan atau menvalidasi pengujian tetes ini. Sebagai contoh di tabel ini :


Material
Waktu tetes (detik)
Keterangan warna
Stainless steel 304
30
Tidak berubah
Stainless steel 304
60
Tidak berubah
Stainless steel 2XX
30
Coklat
Stainless steel 2XX
60
Coklat
Mild Steel
30
Coklat
Mild Steel
60
Coklat

Tertarik..???.
Silahkan hubungi HP moderator.

Dr.Eng. Gadang Priyotomo

HP : 0858-8863-6002 ( mohon SMS)
E-mail : Gadangp@gmail.com


Kamis, 09 Mei 2013

Apakah Universitas swasta membutuhkan tenaga dosen paruh waktu di bidang ilmu material, logam dan korosi..??

Apakah universitas swasta membutuhkan dosen paruh waktu di bidang ilmu material, logam dan korosi ?. 

Pertanyaan mendasar bagai moderator blog ini untuk me`refresh` dan mengimplementasikan keilmuan kepada pihak akademisi khususnya di fakultas teknik antara lain Mesin dan Material. 
Ringkasan kelebihan moderator :
  • Bidang kepakaran moderator blog ini adalah ilmu material, logam dan korosi.
  • Lulusan muda tahun 2013, Luar Negeri, Bidang Engineering, Osaka Prefecture University, Jepang.
  • Berpengalaman sebagai bimbingan Mahasiswa di beberapa Universitas di Jawa.
  • Kemungkinan, para mahasiswa/i akan kami ikutkan proyek penelitian kami di kantor Pusat Penelitian Metalurgi-LIPI saat mengambil tugas akhir atau kerja praktek.


Jika pihak universitas swasta tertarik dan serius terhadap tenaga dan keahlian moderator blog ini. Silahkan berdiskusi dengan moderator :

E-mail : gadangp@gmail.com
HP. 0858-8863-6002

Terima kasih atas perhatiannya...

Senin, 03 Desember 2012

Baut-baut BerKARAT Diduga Penyebab runtuhnya terowongan di JEPANG


Tokyo - Penyebab runtuhnya terowongan Sasago di Jepang yang menewaskan 9 orang, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Operator terowongan tersebut menyatakan, sejumlah baut yang ada pada lempengan baja terowongan, ternyata hilang atau tidak ada pada tempatnya saat kejadian.

"Ada sejumlah baut pada lempengan baja yang terlepas dari tempatnya," ujar juru bicara operator terowongan, Central Japan Expressway Company (NEXCO-Central), Ryoichi Yoshizawa, seperti dilansir CNN, Selasa (4/12/2012).

Namun sayang tidak disebutkan lebih lanjut ada berapa jumlah baut yang hilang. Tidak diketahui pasti bagaimana baut-baut tersebut bisa terlepas. Yang jelas, baut-baut tersebut berfungsi sebagai pengaman pada setiap lempengan baja yang menjadi penutup atau atap terowongan.

"Baut-baut yang telah berkarat atau lempengan baja yang menua bisa jadi penyebab paling mungkin dari insiden tersebut," tutur Yoshizawa.

Lebih lanjut, Yoshizawa menyatakan, pemeriksaan rutin telah dilakukan terhadap terowongan yang dibuka pada 1977 silam tersebut. Namun pemeriksaan tersebut lebih kepada pemeriksaan visual, bukan pemeriksaan fisik.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pusat Keamanan Ostuki pada NEXCO, Motohiro Takamisawa. Menurut Takamisawa, penyebab paling mungkin dari insiden tersebut ialah baut pengaman yang seharusnya terpasang pada lempengan baja di bagian atas terowongan.

"Pada saat ini, kami menduga bahwa baut-baut pengaman di bagian atas terowongan telah longgar," ucapnya kepada wartawan di lokasi kejadian. Ditambahkan Takamizawa, baut-baut tersebut memang belum pernah diganti sejak terowongan tersebut pertama dibuka pada akhir tahun 70-an. 

Pasca insiden yang terjadi pada Minggu (2/12) ini, otoritas memerintahkan dilakukannya inspeksi mendadak pada 49 terowongan di Jepang, yang memiliki struktur bangunan sejenis dengan terowongan Sasago tersebut. Terdapat total 1.575 terowongan jalan raya di wilayah Jepang. Sekitar seperempat di antaranya berusia lebih dari 30 tahun, termasuk terowongan Sasago.

Terowongan sepanjang 4,7 kilometer ini membentang di sepanjang Jalan Tol Chuo yang terletak sekitar 80 kilometer arah barat kota Tokyo, yang menghubungkan ibukota Jepang itu dengan kota Nagoya. 

Kini, terowongan tersebut ditutup sementara karena aparat setempat masih berusaha membersihkan reruntuhan terowongan. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan mendetail untuk mencegah adanya insiden serupa di kemudian hari. Pihak NEXCO sendiri tidak yakin, kapan proses pemeriksaan tersebut akan selesai.

(Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/04/025048/2108388/1148/baut-baut-berkarat-diduga-penyebab-runtuhnya-terowongan-di-jepang?9922022 )


Komentar singkat :

Proses KOROSI merupakan proses alami yang terjadi di material khususnya logam saat beriteraksi dengan lingkungan. Kejadian tersebut memberikan sinyal bahwa begitu DAHSYAT dan BAHAYA-nya efek dari KOROSI tersebut. Jika kita menyimak berita di atas beberapa point kita ambil :

Masalah Inspeksi 

Inspeksi yang dilakukan hanya visual saja tanpa melakukan sama sekali pengujian fisik. Saya kaget.., karena standar keamanan di jepang relatif tinggi, namun bisa KECOLONGAN hal-hal seperti ini, seperti MENGABAIKAN 

Selain pengujian visual dengan mata telanjang, kita juga harus melakukan pengujian fisik seperti pengujian kekerasan secara portable. Seiring dengan waktu bagian baut misalnya nilai kekerasan akan menurun karena faktor lingkungan akibat adanya proses oksidasi. Kita harus bandingkan antara nilai kekerasan logam saat pemasangan dan saat ini. Kita check SAFETY FACTOR-nya sudah melebihi atau belum. Kemudian kita bisa melakukan inspeksi RADIOGRAFI untuk mendeteksi keretakan baik di baut dan lempeng akibat beban statis yang ditanggung oleh komponen ini.

Masalah lingkungan 

Jika saya lihat dari berita, adanya baut-baut yang hilang dan berkarat, ini masalah desain awal untuk material dan konstruksi. Jika antara baut dan lempeng utama tidak sama jenis logamnya, ada semacam terbentuknya KOROSI GALVANIS, misalnya logam lempengnya Baja Stainless steel sedangkan baut Baja mild steel, yang lebih teroksidasi adalah bautnya karena perbedaan potensial yang tinggi. Kalau baut dan lempeng satu jenis material, kita bisa ungkap terjadinya korosi celah atau juga bisa diferential corrosion. Adanya celah antara baut dan lempeng logam membuat adanya perbedaan lingkungan Oksigen, sehingga harus adanya semacam seal atau karet. Desain konstruksi juga harus dilihat, mungkin karena lingkungan yang lembab hingga adanya uap air yang masuk ke celah dan tergenang disana.

Kalau kita melihat kondisi lempengan baja yang menua, Setiap material kontruksi memang harus mempunyai semacam life time ( umur usia) maksimum dengan nilai safety factor tertentu dengan melihat banyak pertimbangan. Apalagi lempeng ini sebagai penunjang /pengaman beton di langit-langit torowongan. Saya menduga ada semacam beban statis dari beton ke lempeng baja. Seiring dengan waktu kekuatan lempeng baja akan menurun karena efek lingkungan. Kalau misalnya inisiasi kejadian dari lempeng baja, maka kita bisa sebutkan adanya KOROSI RETAK TEGANG ( Kombinasi korosi antara lingkungan dan beban mekanik dari luar )

Perlu kita ketahui bahwa, kita bisa melihat adanya faktor lingkungan selain uap air yaitu POLUTAN dari asap kendaraan bermotor sebagai bahan ampuh mempercepat reaksi KARAT. Polutan seperti NO2, HC, SO2, dll.


Masalah ini sangat kompleks dan banyak pertimbangan berbagai aspek dalam penanganannya. Saya kira Pemerintah Jepang sangat tanggap dengan banyak tenaga ahli yang handal. Semoga ada hikmah untuk kita di Indonesia bahwa efek KOROSI / KARAT sangat berbahaya
















Jumat, 23 November 2012

Per 1 Agustus 2012, PNS Peneliti Dapat Tunjangan Jabatan Rp 1,1 Juta - Rp 5,2 Juta


Ini kabar gembira buat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Peneliti. Terhitung mulai 1 Agustus 2012, Pemerintah memberikan Tunjangan Jabatan bagi PNS Peneliti sebesar Rp 1.1.00.000 – Rp 5.200.000 tergantung pada jenjang jabatan masing-masing.
Keputusan Pemerintah untuk memberikan Tunjangan Jabatan bagi PNS yang memiliki jabatan fungsional Peneliti itu, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2012 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2012.
Dalam Perpres itu disebutkan, bahwa Tunjangan Jabatan Fungsional Peneliti atau Tunjangan Peneliti adalah tunjangan jabatan fungsional yang diberikan kepada PNS yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Peneliti. “Tunjangan Peneliti diberikan setiap bulan,” bunyi Pasal 2 Perpres tersebut.
Adapun besarnya Tunjangan Peneliti sebagaimana terlampir dalam Perpres tersebut adalah:
  1. Peneliti Pertama besarnya tunjangan Rp 1.100.000,00;
  2. Peneliti Muda besarnya tunjangan Rp 1.750.000,00;
  3. Peneliti Madya besarnya tunjangan Rp 3.000.000,00; dan
  4. Peneliti Utama besarnya tunjangan Rp 5.200.000,00.
Pepres ini menjelaskan, kepada PNS yang telah menerima tunjangan Peneliti berdasarkanPeraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Peneliti, hanya diberikan selisih kekurangan besarnya tunjangan Peneliti.
Adapun bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional Peneliti yang merangkap jabatan structural di lingkungan instansi Pemerintah yang tugas pokoknya berkaitan erat dengan bidang penelitian, hanya diberikan satu tunjangan jabatan structural atau fungsional yang menguntungkan bagi yang bersangkutan.
“Pemberian tunjangan Peneliti dihentikan apabila PNS sebagaimana dimaksud, diangkat dalam jabatan structural atau fungsional lain atau karena hal lain yang mengakibatkan pemberian tunjangan dihentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 6Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2012 itu.
Dengan berlakunya Perpres Nomor 100/2012 ini, Presiden SBY sekaligus mencabut Peraturan Presiden Nomor 30/2007.(Pusdatin/ES)
(Sumber : http://www.setkab.go.id/berita-6427-per-1-agustus-2012-pns-peneliti-dapat-tunjangan-jabatan-rp-11-juta-rp-52-juta.html)