jualan

jualan

SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Pin. BB : 7ED20F5E

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Rabu, 01 Juni 2016

BUKU PRAKTIS KOROSI DAN LOGAM UNTUK MAHASISWA



Buku praktis Ilmu Korosi dan logam telah hadir untuk para pembaca khususnya mahasiswa. Buku ini dibuat oleh Seorang peneliti bernama Gadang Priyotomo (Moderator Blog ini).  Lebih jauh lagi, buku ini cocok untuk para pemula yang ingin belajar tentang Bidang kekhususan Korosi Logam.

Preview bisa dilihat pada Link :
http://www.nulisbuku.com/books/download/samples/a35351835345a345f35d31d23f72bb03.pdf

Kemudian, untuk memiliki Buku ini, silahkan masuk ke link seller :
http://www.nulisbuku.com/books/view_book/7073/buku-praktis-korosi-dan-logam-untuk-mahasiswa


Selasa, 17 Mei 2016

[Update Product] Larutan tetes untuk membedakan baja stainless seri 304/304L dan seri 316/316L, buatan anak bangsa



Membedakan baja stainless seri 304/304L dan seri 316/316L sangat sulit dikarenakan secara visual sama dan secara fisik sama-sama logam non-magnetik. Oleh karena itu, diperlukan alat bantu yang sangat mahal seperti portable-Xray. Kadang harus diambil logam yang akan ditest dari lapangan atau gudang untuk diuji ke laboratorium.
Seorang peneliti dari Indonesia telah menemukan formula yang pas untuk membedakan secara visual dengan perubahan warna antara baja stainless steel Seri 304/304L dan seri 316/316L antara lain :

  • Seri 304/304L saat diteteskan dipermukaan logam akan berubah menjadi merah kemudian akan kembali menjadi warna bening kehijau-hijauan.
  • Seri 316/316L saat diteteskan dipermukaan logam akan berubah menjadi warna violet tua.
Produk terbaru ini untuk sebagai kompetitor lokal membendung produk-produk luar khususnya negara Tiongkok. Pesan saya sebagai formulator larutan ini adalah mencintai produk sendiri 100% Indonesia

Tertarik untuk menggunakan produk terbaru asli Indonesia ini, silahkan Hubungi :
E-mail : gadangp@gmail.com
HP : 085-888-636-002




Jumat, 13 Mei 2016

Larutan deteksi dini untuk membedakan stainless steel seri 2XX dan 3XX buatan anak bangsa



Deskripsi :
Larutan tersebut merupakan buatan lokal untuk membendung produk-produk luar. Formulasi dilakukan oleh Peneliti untuk membedakan secara cepat dan kualitatif melalui perbedaan visual warna. Kegunaan larutan tersebut untuk membedakan :

  1. Stainless steel (SS) seri 2XX ( 201,202,204, dll) atau disebut juga stainless steel India
  2. Stainless steel seri 3XX (304/304L dan 316/316L)
Hanya dengan satu tetes ke permukaan logam dapat mendetaksi secara cepat :

  • Indikasi SS seri 2XX muncul jika berubah menjadi merah bata dibawah satu menit
  • Indikasi SS seri 3XX muncul jika tidak berubah menjadi merah bata selama 5 menit
Larutan ini sangat cocok bagi para industri atau usahawan antara lain :
  • Bidang Furniture / mebel
  • Suplier
  • Usaha barang logam bekas
  • dan sebagainya.
Tertarik untuk memiliki produk lokal asli Indonesia, silahkan hubungi :
  • HP : 085-888-63-6002 ( SMS, WA dan Call)
  • E-mail : gadangp@gmail.com






Sabtu, 19 Desember 2015

Tunjangan kinerja LIPI terbaru tahun 2015

Tunjangan kinerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) paling rendah Grade 1 sebesar Rp1.968.000,- dan paling tinggi grade 17 sebesar Rp26.324.000,-


Metode prediksi Korosi retak tegang (SCC) hanya ada di tiga negara ( Jepang, Kuwait dan Indonesia)


Metode prediksi korosi retak tegang ( Stress Corrosion Cracking) dengan alat Constant Load hanya ada tiga institusi di tiga negara antara lain :
  1. Osaka Prefecture University : Founder metode prediksi adalah Prof.[Ret] Rokuro NISHIMURA
  2. Kuwait University : Prof. Dr. Prof. Dr. Osama Mahmoud Alyousif
  3. Pusat Penelitian Metalurgi & Material-LIPI : Dr. Eng. Gadang Priyotomo



Gambar 1. Alat korosi retak tegang (SCC) yang ada di Pusat Penelitian Metalurgi & Material LIPI Serpong Tangerang Selatan Banten

 
Gambar 2. Hubungan antara steady state elongation rate (lss) dan time to failure (tf) dengan 4 parameter ( Sumber : G.Priyotomo et al/Journal of Alloys and Compounds 639 (2015) 504-510)

Melalui persamaan yang dibuat Log lss = a log tf - b, memberikan informasi prediksi waktu patah dengan hanya melihat nilai nilai lss di daerah yang didominasi oleh SCC dibandingkan dengan dengan daerah yang didominasi mekanik dan korosi.

 Ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi moderator di gadangp@gmail.com





Kamis, 11 Juni 2015

Larutan SPOT TEST identifikasi logam stainless steel seri 304 dan 316 melalui warna


Penulis telah berhasil membuat prototype A-2, merupakan pengembangan prototype A-1 yang telah dikomersialkan, berupa larutan deteksi stainless steel seri 304 dan 316.  Pengujian kualitatif dengan melihat visual warna, dimana warna MERAH mengindikasikan logam stainless steel seri 316 dan warna hijau pudar mengindikasikan logam stainless steel seri 304.

Pembuatan prototype ini, bertujuan untuk membantu para Usaha Kecil dan Menengah yang bergerak di bidang manufaktur dan sebagainya untuk menverifikasi secara cepat produk yang dibeli, tanpa harus menverifikasikan ke lembaga Uji.

Kadang para pengusaha UKM dan sebagainya merasa ragu akan produk yang dibeli, apakah stainless steel 304 atau 316, dikarenakan secara visual, dua logam tersebut sama dan identik.

TERTARIK........????????, silahkan kontak Penulis Blog ini

Kamis, 04 Juni 2015

Peneliti di Indonesia merupakan 1/2 relawan............

Mari kita telaah arti Peneliti versi wikipedia :  individu-individu yang melakukan penelitian (meneliti) dengan menggunakan metode ilmiah. Seorang peneliti, bisa jadi adalah seorang ahli pada satu bidang atau lebih dalam ilmu pengetahuan. Sedangkan arti Relawan versi http://heartsofvolunteers.blogspot.com : Relawan adalah orang yang tanpa dibayar menyediakan waktunya untuk mencapai tujuan organisasi, dengan tanggung-jawab yang besar atau terbatas, tanpa atau dengan sedikit latihan khusus, tetapi dapat pula dengan latihan yang sangat intensif dalam bidang tertentu, untuk bekerja sukarela membantu tenaga profesional.

Kemudian pertanyaan kita bersama..., apa persamaan dengan Peneliti dan Relawan..??. Ohh..tentu ada. [1}. Mereka sama-sama profesional dibidangnya ; [2] Mereka sama-sama bertanggung jawab bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Kemudian..ada pertanyaan kembali, apa perbedaan antara Peneliti dan Relawan..??, Oh jelas ada..[1]. Peneliti bekerja mendapatkan salary setiap bulan, Relawan bekerja tidak mendapatkan salary apa-apa

Di sisi lain, dana riset di Indonesia masih berada di bawah nilai 1% APBN. Alokasi dana riset di APBN, kisaran 0,08% atau sekira Rp20 triliun pertahunnya. Jelas belum ideal jika ingin pengembangan dunia riset di Tanah Air tumbuh dengan baik. Namun Para Peneliti dituntut lebih tidak hanya memberikan output makalah nasional/internasional, paten dan prototipe, namun menjawab tantangan atau sebagai solusi masalah-masalah di masyarakat dan industri walaupun dana penelitian terbatas.

Lebih lanjut lagi, walaupun dana penelitian digelontorkan sebesar-besarnya dari pemerintah, namun tidak serta merta para peneliti "sumeringah" untuk menyambut tantangan tersebut. Hanya sekedar memenuhi "kewajiban" & "tupoksi" dan bukan dilevel "kebutuhan". Dana penelitian lewat begitu saja...,digunakan, dan selesai dalam satu tahun tanpa terasa. Artinya..berapapun nilai kegiatan 100,200,800 juta misalnya, tetap kita mendapatkan full salary yang "segitu-gitu" aja.

Ya..peneliti itu seperti 1/2 relawan. Dituntut bekerja secara profesional, dengan pendidikan setingginya,selalu tegar dan sabar jika ada pemotongan anggaran secara tiba-tiba ditengah penelitian namun masih kurang wajar dari "apresiasi" pemerintah. Sehingga diharap maklum jika para Peneliti masih :

* Mengharapkan "sisa-sisa" perjalanan dinas
* Masih "side job" di sela-sela pekerjaan sebagai peneliti.
* Mengembangkan keprofesional suatu bidang di luar kantor menjadi misalnya konsultan lepas dsb.
* Sudah mulai "JENUH" dengan rutinitas penelitian karena mulai ketatnya aturan-aturan anggaran, tuntutan lebih output & outcome dan kakunya mobilitas peneliti ke industri atau masyarakat.

Itu kenyataan di lapangan, jangan menutup mata, telinga dan hati. Namun bagaimana pemerintah bisa meng-apresiasikan lebih kepada Peneliti agar tidak jadi 1/2 relawan.

Saya sebagai Blogger, hanya menghela nafas selebar-lebarnya, mudah-mudahan lebih baik lagi.