SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Senin, 30 September 2013

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengadakan Seminar Nasional Material Metalurgi 2013, tanggal 27 November 2013


Pendahuluan


Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya mineral yang melimpah. Potensi tersebut perlu disikapi dengan bijaksana dan dimanfaatkan dengan cara yang efektif dan efisien sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat indonesia. Potensi tersebut menjadi sumber untuk tumbuh kembang industri metalurgi baik dari hulu seperti industri pengolahan mineral sampai hilir seperti indsutri material dan manufaktur. Meskipun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, akan tetapi pemanfaatan potensi sumber daya mineral hanya terbatas pada pengambilan bahan mentah.
Oleh karena itu, dengan diterapkannya Undang-Undang Mineral dan Batubara No. 4 Tahun 2009 dapat menjadi alat untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Akan tetapi UU tersebut harus menjadi sebuah pijakan bagi bangsa Indonesia untuk berusaha meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral. Karena itulah peran penelitian dan pengembangan material strategis dan maju menjadi suatu hal yang sangat diperlukan untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut.
Lingkup kegiatan metalurgi dari hulu sampai hilir yang harus bersinergi secara berkesinambungan mencakup beberapa bidang seperti:
  1. Metalurgi Ekstraksi
    Pengolahan bijih mineral dari alam dan sumber alternatif lain menjadi logam dan produk berharga lainnya.
  2. Metalurgi Fisik dan Manufaktur
    Pengerjaan logam menjadi produk akhir maupun produk antara dalam suatu industri.
  3. Konservasi Bahan
    Penanggulangan kerusakan pada bahan atau logam yang diakibatkan oleh lingkungan atau kondisi operasi penggunaannya.
  4. Rekayasa Metalurgi
    Kegiatan perencanaan, desain, rekayasa, pembuatan dan pengoperasian peralatan proses metalurgi yang telah selesai tahap penelitian dan pengembangannya serta siap untuk digunakan oleh industri dan masyarakat luas.
  5. Material Maju
    Mendukung industri masa depan yang memerlukan material baru.
Dalam pelaksanaannya berbagai kendala teknis dan non teknis pun terjadi, yang dapat berakibat turunnya daya saing industri nasional serta kerugian ekonomi. Hal ini perlu disikapi secara matang agar industri nasional tetap bertahan dalam era globalisasi dan persaingan pasar bebas. Karena itu diperlukan adanya suatu wadah seminar sebagai sarana penyampaian hasil ide, gagasan, solusi dan diskusi bagi permasalahan dan kemajuan industri nasional, sekaligus pedoman masukan bagi aspek penelitian di bidang metalurgi Indonesia.

Tujuan Kegiatan

  1. Memberi wadah bagi penyampaian ide, gagasan, solusi dan diskusi bagi permasalahan dan kemajuan industri nasional, khususnya industri berbasis metalurgi.
  2. Memberi pedoman masukan bagi aspek penelitian di bidang metalurgi nasional yang sejalan dengan tuntutan industri nasional.

Tema

Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Mineral Menuju Kemandirian Industri Metalurgi dan Material Nasional


PEMBICARA

Kegiatan Seminar Material Metalurgi akan diisi oleh pembicara dari berbagai instansi industri, antara lain:
  1. Ir. Irwan Zarkasi
    Subdit Teknik Jembatan Direktorat Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum
    “Penggunaan Baja Kekuatan Tinggi untuk Konstruksi Jembatan”
  2. Ir. Widodo Setiadarmaji, M.Eng
    Direktur Pengolahan dan Pengembangan Bisnis, PT Krakatau Steel
    “Prospek Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Industri Baja Nasional”
  3. Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si
    Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI
    “Pengembangan Material Ringan dan Kuat Berbasis Aluminium untuk Aplikasi Alat Transportasi”
  4. Dr. Ir. Eddy Agus Basuki, M.Sc
    Departemen Teknik Metalurgi – ITB
    “Inovasi dan Rekayasa Teknologi Material Super Alloy serta Upaya Pengembangannya di Indonesia”
  5. Dra. Retno Danayanti, Dipl.EST
    Kepala Pusat Litbang Tekmira, ESDM
    “Cadangan, Potensi dan Tantangan Teknologi Pengolahan Bahan Baku Baja Nasional”
  6. Dr. Aditianto Ramelan
    Jurusan Teknik Material – ITB
    “Pengembangan Teknologi Material Refraktori untuk Industri Metalurgi”

Presentasi Makalah Terbaik

Makalah yang dinyatakan memenuhi kriteria tim editor SMM 2013 sebagai makalah terbaik akan dipresentasikan.

Pemakalah Poster (X Banner)

Makalah yang lolos hasil seleksi tim editor SMM 2013, akan disajikan dalam bentuk poster (X-Banner) dan dipresentasikan pada saat sesi poster.

Peserta

Peserta Seminar dan Workshop Material Metalurgi 2013 akan datang dari berbagai kalangan seperti:
  • Peneliti dari Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi
  • Industri Hulu Metalurgi
  • Industri Logam dan Manufaktur
  • Rekayasa dan Jasa Metalurgi
  • Mahasiswa dan Umum

Topik Makalah Peserta

Topik-topik pada Seminar Material Metalurgi 2013 adalah sebagai berikut:
  • Perkembangan baru dan tantangan dalam industri pengolahan mineral, industri logam dan manufaktur serta teknologi penanggulangan korosi
  • Penelitian dasar dan terapan tentang proses pengolahan mineral, logam dan manufaktur, korosi dan material maju dan material strategis


Waktu dan Tempat

Seminar akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal:Rabu/ 27 November 2013
Waktu:08.30 – 16.30 WIB
Tempat:Gedung Graha Widya Bakti, Dewan Riset Nasional, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong-15314, Tangerang Selatan

Biaya

Biaya yang dikenakan untuk mengikuti SMM 2013:
Biaya
Pemakalah
Peserta non-makalah
Peserta non-makalah (mahasiswa)
Sebelum 31 Oktober (Diskon 25%)
Rp 300.000,-
-
-
Normal
Rp 400.000,-
Rp 200.000,-
Rp 150.000
Makalah tambahan
Rp 100.000,-/makalah
-
-
Pemesanan cetak prosiding
Rp. 250.000,-
Workshop (2 hari)
Rp 1.500.000,-/peserta


[medium]Metode Pembayaran[/medium]
Biaya pendaftaran dapat dibayarkan melalui sistem transfer ke rekening SMM 2013 sebagai berikut:
Rekening Seminar Material Metalurgi 2013
Bank Syariah Mandiri KCP Ciputat
No. Rekening: 101 002 1997
a. n. Koperasi Karyawan Metalurgi



Publikasi Ilmiah


Semua makalah yang masuk dan telah melalui tahap seleksi tim editor SMM 2013 akan dipublikasikan melalui prosiding SMM 2013 yang akan diterbitkan pada bulan Januari 2014.
Makalah terpilih akan dipublikasikan melalui Majalah Metalurgi Edisi Khusus 2014 (terakreditasi).
Biaya pemesanan pencetakan prosiding = Rp 250.000,-

Ketentuan-Ketentuan

Ketentuan Umum

Makalah yang diterima dapat berupa:
  • original research paper (experimental & theoritical),
  • short communication, dan
  • review
Untuk review dipersyaratkan melampirkan abstrak dari 10 penelitian eksperimental sejenis yang pernah dilakukan dan CV yang menunjukkan kompetensi penulis pada bidang penelitian yang di-review.

Abstrak Lengkap (Extended Abstract)

[button-medium color="green" link="http://seminarmaterialmetalurgi.com/wp-content/uploads/2012/09/smm_template_extended_abstract.doc"]Unduh Template Extended Abstract[/button-medium]
  1. Semua huruf memakai jenis Times New Roman
  2. Judul memakai ukuran 12 (Bold)
  3. Isi ditulis lebih kurang 1.000 kata dalam format 1 spasi dengan jenis huruf Times New Roman 10
  4. Nama, afiliasi beserta alamat harus dicantumkan setelah judul dengan jenis huruf Times New Roman 10.
  5. Abstrak harus memuat latar belakang, tujuan penelitian, prosedur percobaan, hasil percobaan, pembahasan dan kesimpulan.
  6. Tampilkan 1 atau 2 buah foto, gambar atau tabel dengan ukuran 5 x 3 cm (atau menyesuaikan).
  7. Abstrak dibuat dalam bentuk berkas .doc (bukan .docx) dan diunggah melalui formulir yang telah disediakan.

Makalah Lengkap (Full Paper)

[button-medium color="blue" link="http://seminarmaterialmetalurgi.com/wp-content/uploads/2012/09/smm_template_full_paper.doc"]Unduh Template Full Paper[/button-medium]
  1. Makalah ditulis dalam ukuran A4 menggunakan 1,5 spasi.
  2. Makalah terdiri dari judul, nama, afiliasi dan alamat, abstrak, kata kunci, pendahuluan, teori dasar, percobaan, hasil percobaan, pembahasan, kesimpulan dan saran.
  3. Makalah dibuat dalam bentuk berkas .doc dan diunggah melalui formulir yang telah disediakan.

Poster (X-Banner)

  1. Poster dibuat dalam bentuk X-Banner berukuran 60 x 160 cm.
  2. Materi X Banner terdiri dari judul, nama dan afiliasi, abstrak, pendahuluan, percobaan, hasil, pembahasan, prospek dan tindak lanjut.
  3. X Banner dibuat sendiri oleh peserta pemakalah dalam bentuk hard-copy dan diserahkan ke panitia pada saat registrasi peserta SMM 2013.
  4. Panitia SMM 2013 tidak menerima poster dalam bentuk lembaran A4.

Informasi lebih lanjut :

Silahkan klik website resmi untuk pendaftaran secara online : 


Tanggal-tanggal Penting

25 Oktober 2013Batas pengiriman extended abstract dan full paper
14 November 2013Pengumuman hasil seleksi presentasi oral dan poster
31 Oktober 2013Batas waktu pembayaran pendaftaran awal (diskon) bagi pemakalah dan peserta pendengar
20 November 2013Batas waktu pembayaran pendaftaran akhir bagi pemakalah dan peserta pendengar

Jumat, 24 Mei 2013

Uji tetes larutan untuk kualitas pelapisan Nikel-krom dengan logam dasar baja/besi


Pelapisan nikel-krom dengan logam dasar baja/besi telah menjad trend saat ini di bidang otomotif, furniture, peralatan dapur, dan sebagainya. Industri besar dan industri kecil tentunya telah membuat beraneka ragam tersebut. Tujuan pelapisan nikel-krom tentunya untuk meningkatkan perfoma logam dasar ( baja/besi) agar tahan karat dan sisi artistik/keindahan. 

Perlu disadari bahwa pembuatan lapisan nikel-krom membutuhkan keahlian dan `jam terbang` tinggi dari para pekerja agar perfoma material setelah pelapisan terus bertahan hingga lama. Namun kadang `defect` atau cacat pasti terjadi saat setelah pelapisan seperti `cracking` (pecah-pecah). Kasus `cracking` mungkin kita bisa lihat secara visual/ mata telanjang. Bagaimana dengan `micro cracking` ( pecah-pecah mikro/skala kecil) atau juga adanya `hole` / lubang halus di permukaan lapisan yang tidak terlihat oleh mata kita. Lubang-lubang itu tembus hingga logam dasar baja/besi jika terkena air/cairan asam/alkali/garam akan mengalami bintik karat.

Memang sebaiknya, para pelaku pelapisan krom harus memahami arti `Quality Control` / Kontrol kualitas atas lapisan hasil pengerjaan, tidak hanya sisi keindahan (cermelang), juga sisi perfoma material lapisan. Sehingga moderator merekayasa dan memformulasikan sendiri cairan /larutan untuk ditetes sebagai bagian dari `Quality Control`.

Cara kerja cairan tetes buatan moderator adalah :
1. Jika dalam 1 menit (60 detik), larutan di tetes ke lapisan nikel-krom tidak bereaksi, lapisan tersebut bagus. Ini dikarenakan larutan ini tidak mengenai logam dasar baja.besi.

2. Jika dalam 1 menit (60 detik), larutan di tetes ke lapisan nikel-krom bereaksi menjadi bintik coklat atau kusam, lapisan tersebut kurang bagus dan harus dikerjakan ulang.  Ini dikarenakan larutan ini bereaksi mengenai logam dasar baja/besi.

Larutan ini adalah pengembangan HASIL KARYA ANAK BANGSA terbaru, bukan berasal dari Luar Negeri, dan belum di PATEN-kan.
Tertarik..???

Silahkan hubungi 
Moderator, Pengembang dan Rekayasawan Muda

Dr.Eng, Gadang Priyotomo, ST.,M.Si

No. HP. 0858-8863-6002 (Mohon SMS)
E-Mail : Gadangp@gmail.com






Selasa, 14 Mei 2013

Uji tetes larutan kimia untuk identifikasi awal Stainless steel 304, 2XX dan mild steel buatan anak negeri Indonesia.

Umumnya penggunaan stainless steel sangat luas. Sehingga kita tidak tahu apakah sebenarnya jenis stainless steel yang ada di pasaran.

Stainless steel /SS 304 memang sangat popular digunakan disegala bidang misalnya dekoratif, dapur, dan sebagainya. Harga material ini cukup mahal karena keberadaan unsur kimia 18%wt Cr- 8%Wt Ni. Sehingga perlu adanya subtitusi unsur yang lebih murah misalnya unsur Nikel dengan harga mahal diganti dengan unsur Mangan (Mn). Pergantian ini tidak sembarangan karena unsur Mn adalah penstabil fasa austenitik seperti unsur Nikel.

Stainless steel/ SS 201 akhirnya digunakan untuk menjawab pernyataan di atas dengan harga yang `reseanable & Cheap` dibandingkan dengan SS 304 walaupun sama-sama stainless steel austenitik. Namun diingat bahwa ketahanan korosi SS 201 lebih buruk dibandingkan ketahanan SS 304 karena pengurangan unsur nikel. Penggunaan SS 201 ini juga dipakai di bidang dekorasi dan alat-alat dapur seperti sendok, garpu, dll.

Sehingga saya sebagai moderator mencoba merekayasa dan menformulasi larutan deteksi dini material tersebut untuk pengujian awal di lapangan dengan pengujian tetes hasil buatan moderator. Namun diingat harus juga dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan atau menvalidasi pengujian tetes ini. Sebagai contoh di tabel ini :


Material
Waktu tetes (detik)
Keterangan warna
Stainless steel 304
30
Tidak berubah
Stainless steel 304
60
Tidak berubah
Stainless steel 2XX
30
Coklat
Stainless steel 2XX
60
Coklat
Mild Steel
30
Coklat
Mild Steel
60
Coklat

Tertarik..???.
Silahkan hubungi HP moderator.

Dr.Eng. Gadang Priyotomo

HP : 0858-8863-6002 ( mohon SMS)
E-mail : Gadangp@gmail.com


Kamis, 09 Mei 2013

Apakah Universitas swasta membutuhkan tenaga dosen paruh waktu di bidang ilmu material, logam dan korosi..??

Apakah universitas swasta membutuhkan dosen paruh waktu di bidang ilmu material, logam dan korosi ?. 

Pertanyaan mendasar bagai moderator blog ini untuk me`refresh` dan mengimplementasikan keilmuan kepada pihak akademisi khususnya di fakultas teknik antara lain Mesin dan Material. 
Ringkasan kelebihan moderator :
  • Bidang kepakaran moderator blog ini adalah ilmu material, logam dan korosi.
  • Lulusan muda tahun 2013, Luar Negeri, Bidang Engineering, Osaka Prefecture University, Jepang.
  • Berpengalaman sebagai bimbingan Mahasiswa di beberapa Universitas di Jawa.
  • Kemungkinan, para mahasiswa/i akan kami ikutkan proyek penelitian kami di kantor Pusat Penelitian Metalurgi-LIPI saat mengambil tugas akhir atau kerja praktek.


Jika pihak universitas swasta tertarik dan serius terhadap tenaga dan keahlian moderator blog ini. Silahkan berdiskusi dengan moderator :

E-mail : gadangp@gmail.com
HP. 0858-8863-6002

Terima kasih atas perhatiannya...

Senin, 03 Desember 2012

Baut-baut BerKARAT Diduga Penyebab runtuhnya terowongan di JEPANG


Tokyo - Penyebab runtuhnya terowongan Sasago di Jepang yang menewaskan 9 orang, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Operator terowongan tersebut menyatakan, sejumlah baut yang ada pada lempengan baja terowongan, ternyata hilang atau tidak ada pada tempatnya saat kejadian.

"Ada sejumlah baut pada lempengan baja yang terlepas dari tempatnya," ujar juru bicara operator terowongan, Central Japan Expressway Company (NEXCO-Central), Ryoichi Yoshizawa, seperti dilansir CNN, Selasa (4/12/2012).

Namun sayang tidak disebutkan lebih lanjut ada berapa jumlah baut yang hilang. Tidak diketahui pasti bagaimana baut-baut tersebut bisa terlepas. Yang jelas, baut-baut tersebut berfungsi sebagai pengaman pada setiap lempengan baja yang menjadi penutup atau atap terowongan.

"Baut-baut yang telah berkarat atau lempengan baja yang menua bisa jadi penyebab paling mungkin dari insiden tersebut," tutur Yoshizawa.

Lebih lanjut, Yoshizawa menyatakan, pemeriksaan rutin telah dilakukan terhadap terowongan yang dibuka pada 1977 silam tersebut. Namun pemeriksaan tersebut lebih kepada pemeriksaan visual, bukan pemeriksaan fisik.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pusat Keamanan Ostuki pada NEXCO, Motohiro Takamisawa. Menurut Takamisawa, penyebab paling mungkin dari insiden tersebut ialah baut pengaman yang seharusnya terpasang pada lempengan baja di bagian atas terowongan.

"Pada saat ini, kami menduga bahwa baut-baut pengaman di bagian atas terowongan telah longgar," ucapnya kepada wartawan di lokasi kejadian. Ditambahkan Takamizawa, baut-baut tersebut memang belum pernah diganti sejak terowongan tersebut pertama dibuka pada akhir tahun 70-an. 

Pasca insiden yang terjadi pada Minggu (2/12) ini, otoritas memerintahkan dilakukannya inspeksi mendadak pada 49 terowongan di Jepang, yang memiliki struktur bangunan sejenis dengan terowongan Sasago tersebut. Terdapat total 1.575 terowongan jalan raya di wilayah Jepang. Sekitar seperempat di antaranya berusia lebih dari 30 tahun, termasuk terowongan Sasago.

Terowongan sepanjang 4,7 kilometer ini membentang di sepanjang Jalan Tol Chuo yang terletak sekitar 80 kilometer arah barat kota Tokyo, yang menghubungkan ibukota Jepang itu dengan kota Nagoya. 

Kini, terowongan tersebut ditutup sementara karena aparat setempat masih berusaha membersihkan reruntuhan terowongan. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan mendetail untuk mencegah adanya insiden serupa di kemudian hari. Pihak NEXCO sendiri tidak yakin, kapan proses pemeriksaan tersebut akan selesai.

(Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/04/025048/2108388/1148/baut-baut-berkarat-diduga-penyebab-runtuhnya-terowongan-di-jepang?9922022 )


Komentar singkat :

Proses KOROSI merupakan proses alami yang terjadi di material khususnya logam saat beriteraksi dengan lingkungan. Kejadian tersebut memberikan sinyal bahwa begitu DAHSYAT dan BAHAYA-nya efek dari KOROSI tersebut. Jika kita menyimak berita di atas beberapa point kita ambil :

Masalah Inspeksi 

Inspeksi yang dilakukan hanya visual saja tanpa melakukan sama sekali pengujian fisik. Saya kaget.., karena standar keamanan di jepang relatif tinggi, namun bisa KECOLONGAN hal-hal seperti ini, seperti MENGABAIKAN 

Selain pengujian visual dengan mata telanjang, kita juga harus melakukan pengujian fisik seperti pengujian kekerasan secara portable. Seiring dengan waktu bagian baut misalnya nilai kekerasan akan menurun karena faktor lingkungan akibat adanya proses oksidasi. Kita harus bandingkan antara nilai kekerasan logam saat pemasangan dan saat ini. Kita check SAFETY FACTOR-nya sudah melebihi atau belum. Kemudian kita bisa melakukan inspeksi RADIOGRAFI untuk mendeteksi keretakan baik di baut dan lempeng akibat beban statis yang ditanggung oleh komponen ini.

Masalah lingkungan 

Jika saya lihat dari berita, adanya baut-baut yang hilang dan berkarat, ini masalah desain awal untuk material dan konstruksi. Jika antara baut dan lempeng utama tidak sama jenis logamnya, ada semacam terbentuknya KOROSI GALVANIS, misalnya logam lempengnya Baja Stainless steel sedangkan baut Baja mild steel, yang lebih teroksidasi adalah bautnya karena perbedaan potensial yang tinggi. Kalau baut dan lempeng satu jenis material, kita bisa ungkap terjadinya korosi celah atau juga bisa diferential corrosion. Adanya celah antara baut dan lempeng logam membuat adanya perbedaan lingkungan Oksigen, sehingga harus adanya semacam seal atau karet. Desain konstruksi juga harus dilihat, mungkin karena lingkungan yang lembab hingga adanya uap air yang masuk ke celah dan tergenang disana.

Kalau kita melihat kondisi lempengan baja yang menua, Setiap material kontruksi memang harus mempunyai semacam life time ( umur usia) maksimum dengan nilai safety factor tertentu dengan melihat banyak pertimbangan. Apalagi lempeng ini sebagai penunjang /pengaman beton di langit-langit torowongan. Saya menduga ada semacam beban statis dari beton ke lempeng baja. Seiring dengan waktu kekuatan lempeng baja akan menurun karena efek lingkungan. Kalau misalnya inisiasi kejadian dari lempeng baja, maka kita bisa sebutkan adanya KOROSI RETAK TEGANG ( Kombinasi korosi antara lingkungan dan beban mekanik dari luar )

Perlu kita ketahui bahwa, kita bisa melihat adanya faktor lingkungan selain uap air yaitu POLUTAN dari asap kendaraan bermotor sebagai bahan ampuh mempercepat reaksi KARAT. Polutan seperti NO2, HC, SO2, dll.


Masalah ini sangat kompleks dan banyak pertimbangan berbagai aspek dalam penanganannya. Saya kira Pemerintah Jepang sangat tanggap dengan banyak tenaga ahli yang handal. Semoga ada hikmah untuk kita di Indonesia bahwa efek KOROSI / KARAT sangat berbahaya