jualan

jualan

SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Pin. BB : 7ED20F5E

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Senin, 01 Agustus 2011

SEMINAR MATERIAL METALURGI 2011 (membuka kesempatan anda untuk join to paper atau participant)

Pendahuluan

Indonesia adalah Negara dengan sumber daya mineral yang melimpah. Ketersediaan sumber daya mineral non migas ini perlu disikapi dan dimanfaatkan dengan cara yang bijaksana, efektif dan efisien agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas melalui mekanisme pembangunan nasional. Untuk itu diperlukan adanya suatu perhatian menyeluruh terhadap beberapa isu terkait seperti :

  • Industri hulu metalurgi
  • Mata rantai industri metalurgi
  • Penelitian bidang metalurgi yang mendukung peningkatan kemandirian industri metalurgi nasional

 Industri hulu metalurgi yang strategis dapat mempengaruhi peningkatan daya saing dan kemandirian industri nasional. Hal ini terwujud apabila mata rantai industri metalurgi dari hulu sampai hilir memiliki suatu sinergi yang berkesinambungan.

   
Lingkup kegiatan metalurgi dari hulu sampai hilir yang harus bersinergi secara berkesinambungan mencakup beberapa bidang seperti :

  
1. Metalurgi Ekstraksi

 
Pengolahan bijih mineral dari alam dan sumber alternatif lain menjadi logam dan produk berharga lainnya.

 
2. Metalurgi Fisik dan Manufaktur

 
Pengerjaan logam menjadi produk akhir maupun produk antara dalam suatu industri.

 
3. Konservasi Bahan (Korosi)

  
Penanggulangan kerusakan pada bahan atau logam yang diakibatkan oleh lingkungan atau kondisi operasi penggunaannya.

 
4. Rekayasa Metalurgi

 
Kegiatan perencanaan, desain, rekayasa, pembuatan dan pengoperasian peralatan proses metalurgi yang telah selesai  tahap penelitian dan pengembangannya serta siap untuk digunakan oleh industri dan masyarakat luas.

 
5. Material Maju (Advacend Material)

 Mendukung industri masa depan yang memerlukan material baru.

 
Tujuan Kegiatan

 
Memberi wadah bagi penyampaian ide, gagasan, solusi dan diskusi bagi permasalan dan kemajuan industri nasional, khususnya industri berbasis metalurgi.

 

 

 
Memberi pedoman masukan bagi aspek penelitian di bidang metalurgi nasional yang sejalan dengan tuntutan industri nasional.

 
Tema SMM 2011

 "Peran Riset Material Metalurgi untuk Meningkatkan Kemandirian Industri Nasional"

 
Waktu dan Tempat

 Kegiatan Seminar Material Metalurgi 2011 akan dilaksanakan pada :

 
Hari / Tanggal : Kamis, 3 November 2011

 
Tempat : Gedung Graha Widya Bhakti

 
Kawasan Puspiptek - Serpong Tangerang Selatan

 

 Tanggal Penting
30 September 2011 :
Batas pengiriman extended abstract dan full paper
12 Oktober 2011 :
Pengumuman hasil seleksi presentasi poster
21 Oktober 2011 :
Pengembalian revisi full paper dari peserta
31 Agustus 2011 :
Batas waktu pembayaran pendaftaran awal bagi pemakalah dan peserta pendengar

Pendaftaran

Formulir pendaftaran dapat diunduh di halaman Formulir & Download untuk kemudian diisi dan dikirimkan melalui email Panitia SMM 2011 atau mendaftar secara online dengan mengisi formulir pendaftaran di halaman Formulir & Download.
Biaya yang dikenakan untuk mengikuti SMM 2011 :

1. Pendaftaran pemakalah hingga 31 Agustus 2011
Satu makalah pertama = Rp. 125.000,-

Makalah kedua dan seterusnya untuk penulis pertama yang sama = Rp. 75.000,-/makalah.

2. Pendaftaran pemakalah setelah 31 Agustus 2011 hingga 21 Oktober 2011

Satu makalah pertama = Rp. 150.000,-

Makalah kedua dan seterusnya untuk penulis pertama yang sama = Rp. 100.000,-/makalah.

3. Peserta Pendengar

Peneliti/Dosen = Rp. 100.000,-

Industri = Rp. 150.000,-

Mahasiswa gratis (tempat terbatas)

Catatan untuk mahasiswa, mengirimkan surat keterangan dari PRodi/Jurusan melalui email sekretariat SMM 2011 atau melalui fax ke nomor (021) 7560553. Contoh surat keterangan dapat di download di halaman Formulir & Download.

Kontak

Informasi lebih lanjut dan konfirmasi mengenai pendaftaran dan pembayaran dapat menghubungi:

Lia Andriyah : (0815 74806 007)
Ahmad Royani : (0852 80404 555)

Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI
Gedung 470, Kawasan PUSPIPTEK

Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp : (021) 7563205, 7560911
Fax : (021) 7560553

Email : seminarmaterialmetalurgi@yahoo.com

Ingin mengetahui lebih lanjut silahkan buka website :
http://smmlipi.co.cc












21 Oktober 2011 :



Batas akhir pembayaran pendaftaran bagi pemakalah dan peserta pendengar





 

Sabtu, 30 Juli 2011

Bila INDONESIA ingin maju dalam Ilmu dan Teknologi seperti Negara Malaysia,India atau Jepang, berdayakan Lembaga Riset seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia



(Artikel berjudul : BERDAYAKAN LIPI)
Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tak akan terpisahkan dari peradaban manusia. Kemajuan yang dicapai sejumlah negara, seperti Amerika, negara-negara Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, tak lepas dari ketekunan mengembangkan dan memajukan iptek. Semua itu terkait perhatian yang serius terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal.

Kesadaran tersebut sesungguhnya telah dimiliki pemerintah saat ini dan dibuktikan dengan alokasi anggaran minimal 20 persen APBN bagi pendidikan. Hanya saja, setelah hampir tiga tahun berjalan, hasilnya belum sepenuhnya terlihat. Perlu ada realokasi anggaran agar dana sekitar Rp 200 triliun bisa betul-betul bermanfaat untuk memajukan pendidikan nasional.
Salah satu bidang yang seharusnya mendapat perhatian lebih adalah riset. Kita memiliki Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta lembaga pemerintah non-departemen sejenis. Dari semua kementerian dan lembaga yang terkait dengan bidang penelitian dan pengembangan (litbang atau research and development/RdanD), LIPI seharusnya menjadi lembaga terdepan. Semua jenis ilmu pengetahuan, baik sosial maupun nonsosial, pasti dikaji di LIPI. Tak hanya dikaji, tetapi juga dikembangkan sampai ke tahap aplikasi. Kita tentu ingat “marlip” (marmut LIPI), sebuah mobil buatan lembaga ini yang diperkenalkan tahun 2005. Kalau rancangan itu terus dikembangkan, bukan tidak mungkin kita bisa bersaing dengan negara-negara pengekspor mobil lainnya. Masih banyak hasil kajian dan temuan lain yang seharusnya bisa dimanfaatkan berbagai institusi di negeri ini dari LIPI. Sayangnya, banyak kajian lembaga ini yang tak dipakai, bahkan dilirik pun tidak. Kondisi ini tentu menyedihkan di tengah pernyataan pejabat tentang pentingnya memajukan iptek.

Setidaknya ada empat hal yang membuat peran LIPI belum optimal. Pertama, minimnya anggaran LIPI dan juga anggaran penelitian secara umum. Rata-rata setiap tahun LIPI memperoleh anggaran Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar. Sedangkan, Kemristek mendapat anggaran sekitar Rp 500 miliar. Jumlah itu jelas sangat minim bila dibandingkan dengan anggaran Kementerian Agama yang dinilai banyak kalangan gagal membangun sikap toleran dalam kehidupan berbangsa. Anggaran LIPI hanya sekitar 2 persen dari anggaran Kementerian Agama yang kini mencapai Rp 31 triliun. Lebih menyedihkan lagi bila kita bandingkan dengan anggaran penelitian sejumlah negara. Pada 2010, Amerika memiliki anggaran penelitian US$ 400 miliar, Jepang dan Tiongkok US$ 200 miliar, India US$ 40 miliar, dan Indonesia hanya US$ 0,4 miliar.

Dari perbandingan itu jelas Indonesia tertinggal dalam pembangunan bidang iptek. Apabila pemerintah sungguh ingin memajukan iptek, tak ada rumus lain kecuali menaikkan anggaran penelitian secara signifikan. Peluang memperbesar anggaran bidang iptek terbuka apabila pemerintah dan DPR lebih jeli mengalokasikan APBN. Ada banyak program sosialisasi yang bisa dipangkas dan anggarannya dialihkan ke LIPI dan Kemristek.

Kedua, minimnya penghargaan terhadap peneliti. Indonesia dikenal sebagai negara yang kurang memperhatikan nasib peneliti dan ilmuwan. Indikator utamanya adalah penghasilan. Mengutip pernyataan Wakil Kepala LIPI Endang Sukara, di luar negeri gaji peneliti sekitar Rp 45 juta sampai Rp 90 juta per bulan. Di Indonesia, tunjangan fungsional peneliti setingkat profesor tidak lebih dari Rp 1,5 juta. Sedangkan, gaji profesor riset hanya Rp 4 juta per bulan dan peneliti madya di bawah Rp 4 juta per bulan. Dengan penghasilan sebesar itu, banyak peneliti dan ilmuwan yang lari ke luar negeri (brain drain). Bila gaji penegak hukum dan aparat pajak bisa dinaikkan signifikan, gaji peneliti pun seharusnya bisa didongkrak agar mereka lebih tenang bekerja untuk memajukan bangsa.

Ketiga, belum adanya kesadaran terhadap pentingnya kajian ilmu pengetahuan secara menyeluruh dalam proses pembuatan kebijakan. Banyaknya kebijakan yang selama ini tidak visioner dan bermanfaat bagi rakyat disebabkan minimnya keterlibatan LIPI dan peneliti kampus. Ada kesan kuat, berbagai kementerian dan instansi pemerintah sengaja tidak mau melibatkan LIPI dan kampus karena kuatnya vested interest. Para penyelenggara negara hendaknya menyadari dampak buruk dari kebijakan yang salah, jauh lebih dahsyat daripada korupsi.

Keempat, terkait hal itu perlu dilakukan sinergi lembaga penelitian, khususnya yang ada di berbagai kementerian, kampus, dan pemerintah daerah. LIPI bisa berperan mengkoordinasi berbagai lembaga penelitian yang ada, sehingga bisa saling melengkapi dan tidak tumpang tindih. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan dijalin kerja sama dengan industri-industri nasional dalam upaya memberi nilai tambah terhadap setiap produk yang dihasilkan. Tak hanya di bidang sosial, LIPI juga memiliki pakar sains. Bila Indonesia ingin maju, berdayakan LIPI!

Tajuk Rencana
SUARA PEMBARUAN
Rabu, 30 Maret 2011

Minggu, 06 Maret 2011

Nilai Uang Beasiswa Jepang MEXT (monbukagakusho) turun mulai April 2011

Rekan-rekan penerima beasiswa MEXT atau calon penerima sebaiknya harus tahu tentang info ini. Pemerintah Jepang mulai bulan April 2011 menurunkan nilai uang beasiswa perbulan yang diterima oleh mahasiswa dengan kisaran tertinggi 5000 yen. Cukup lumayan besar kalau dikonversikan ke rupiah sekitar Rp.600.000,-. 
Nilai uang beasiswa MEXT yang terbaru mulai bulan April 2011 sebagai berikut :


1. Undergraduate Student   ---------------->>>  ¥123.000
2. College of Technology Students  -------->>>  ¥123.000
3. Specialized Training College Students  -->>>  ¥123.000
4. Japanese Studies Students -------------->>>  ¥123.000

(Research Students, Teacher Training Student)


1. Research Students, Non-Degree Students  --------->>> ¥150.000
2. Master`s Course ----------------------------------->>> ¥152.000
3. Doctoral Course ----------------------------------->>> ¥153.000

Young Leaders`s Program Students ------------------->>> ¥250.000

Semoga bermanfaat info yang saya berikan kemudian sebagai bahan pertimbangan rekan-rekan yang akan mendaftar sekolah ke negeri Jepang.

Tidak semuanya perlu harus MOU saat mendapatkan Beasiswa MEXT U to U

Sebenarnya yang menjadi kendala saat mendaftar beasiswa Monbukagakusho U to U adalah adanya MOU antara universitas di Indonesia dengan di jepang. Memang penting untuk suatu penilaian saat seleksi di tingkat Universitas, namun hanya bagian dari 'scoring' saja, bukan yang "utama". Yang penting adalah rekommendasi dari professor di jepang, bidang kita sesuai, IPK kita bagus saat S1 atau s2, Proposal riset kita OK di mata Professor. Kadang-kadang, pernah punya temen di forum dimana dia itu "Jobless" bisa dapat beasiswa Monbukagakusho U to U, atau juga teman dimana universitas dia di indonesia nggak punya MOU dengan universitas yang akan dia sekolah di jepang. Namun cukup rekomendasi professor di universitas dia di indonesia aja sudah cukup kok.Di jepang, Masing-masing Universitas dikasih jatah penerima beasiswa oleh pemerintah jepang baik universitas nasional, publik, atau swasta, jadi tenang aja, kesempatan makin banyak dibandingkan G to G. Toh juga uang per bulannya juga sama kok.Jadi kesimpulan adalah :1. Jangan jadikan MOU itu suatu hambatan utama untuk dapat beasiswa versi U to U.2. Percayalah beasiswa Monbukagakusho U to U, kesempatan untuk dapat almost 60 persen lebih dibandingkan G to G.3. saya sarankan lewat Program U to U saja, jangan G to G. Karena program G to G, untuk graduate saja kuota cuma 50 orang ( S2 + S3), sedangkan yang daftar aja se-nusantara indonesia bisa ratusan orang.



Kamis, 15 Juli 2010

Seminar Material Metalurgi 2010

Seminar Material Metalurgi 2010

Tema Seminar

“Peran Penelitian Material Metalurgi untuk Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Mineral Indonesia”

Pendahuluan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam mineral yang melimpah. Kekayaan alam tersebut merupakan peluang yang sangat potensial bagi munculnya berbagai industri dari industri hulu sampai industri hilir. Hal ini karena mineral-mineral tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi berbagai industri, seperti manufaktur, transportasi, elektronik dan lain-lain.
Pengelolaan sumber daya mineral Indonesia yang telah dilakukan oleh industri hilir maupun hulu tersebut masih mengalami keterbatasan khususnya dalam pemanfaatan mineral sebagai bahan baku yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya. Upaya penelitian-penelitian telah dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dan industri. Namun keselarasan hasil penelitian belum dapat diimplentasikan secara maksimal untuk aplikasi pada industri. Penelitian pada bidang material dan metalurgi, merupakan salah satu pihak yang dianggap berkompeten untuk peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Penelitian tersebut harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan industri nasional.
Seminar Material dan Metalurgi 2010 ini diharapkan mampu menyumbangkan hasil-hasil penelitian yang bermanfat bagi pembangunan nasional dan pemecahan masalah-masalah yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia. Seminar Material Metalurgi ini akan dihadiri oleh para peneliti dan praktisi dari berbagai instansi penelitian, perguruan tinggi dan industri. Partisipasi peserta seminar akan memberikan sumbangsih besar dalam terciptanya keharmonisan antara lembaga penelitian, instansi pendidikan, dan industri dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peneliti di bidang material metalurgi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
  2. Memberi wadah bagi penyampaian ide, gagasan, solusi, dan diskusi untuk kemajuan industri nasional, khususnya pada industri berbasis material metalurgi.
  3. Memberi pedoman masukan bagi aspek penelitian dan pengembangan di bidang material metalurgi yang sejalan dengan tuntutan industri nasional.

Rencana Kegiatan

Keynote Speaker
  1. Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Dr. Ir. Bambang Setiawan
  2. Ketua Kelompok Keahlian (KK) Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Prof. Syoni Soepriyanto, PhD.
  3. Direktur Utama PT. Timah Industri, Ir. Purwijayanto
Pembicara Pemakalah Seminar
  1. Instansi Perguruan Tinggi
  2. Industri
  3. Rekayasa dan Jasa Metalurgi
  4. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
  5. Instansi Pemerintah
  6. Mahasiswa
Presentasi Industri dan Diskusi Panel
Pada sesi ini akan dilakukan presentasi industri dan diskusi panel berkaitan dengan tema seminar. Acara ini akan menampilkan panelis dari berbagai industri dan lembaga litbang antara lain:
- PT. NUSANTARA SMELTING CORP. (NSC), Ir. Satya Graha
- PT. ANTAM, Tbk, Ir. Tatto Miraza
- Pakar Metalurgi, Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto
- Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LitBang)
- Industri Material dan Metalurgi
Presentasi Ilmiah
Makalah-makalah yang dipresentasikan diputuskan berdasarkan seleksi tehadap full paper yang masuk. Hasil seleksi akan diberitahukan kepada peserta melalui email atau pengumuman pada situs ini.
Poster dan Pameran
Makalah yang tidak termasuk dalam daftar makalah yang dipresentasikan akan dipamerkan pada sesi poster yang didampingi oleh panelis poster. Pameran terdiri atas stand-stand para sponsor, perusahaan, dan industri yang akan memamerkan produk-produk atau jasa unggulan mereka.

Peserta Seminar

Peserta Seminar Material Metalurgi 2010 terdiri dari pemakalah dan peserta pendengar dari berbagai kalangan seperti:
1. Perguruan Tinggi
2. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
3. Instansi Pemerintah
4. Industri

Ruang Lingkup Makalah

Adapun makalah peserta (dipresentasikan boleh dalam bentuk poster dan diprosidingkan) mencakup topik-topik:
1. Pengolahan sumber daya mineral
2. Ekstraksi mineral/logam dari limbah
3. Metalurgi fisik dan Manufaktur
4. Keramik dan komposit
5. Advanced material dan nanoteknologi
6. Rekayasa peralatan metalurgi
7. Analisa dan karakterisasi material dan mineral
8. Permodelan dan simulasi material/metalurgi
9. Korosi dan failure analysis

Target Keluaran

  1. Dokumen Prosiding Metalurgi yang akan diterbitkan Januari 2011
  2. Dokumen Majalah Metalurgi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
  3. Dokumen Majalah Korosi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan

Pelaksanaan Seminar

Hari/Tanggal: Rabu / 13 Oktober 2010 
Waktu: 08.00 - 16.15 WIB
Tempat: Graha Widya Bakti DRN, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15314, Banten

Tanggal-Tanggal Penting

18 Agustus 2010:
Batas pengiriman abstrak lengkap (extended abstract) dan makalah lengkap (full paper)
22 September 2010:
Pengumuman presentasi oral dan poster
27 September 2010:
Batas pembayaran peserta seminar

Ketentuan-Ketentuan

Panduan Abstrak Lengkap (Extended Abstract)
  1. Abstrak lengkap (extended abstract) ditulis lebih kurang 400 kata dalam format 1 spasi dengan huruf Times New Roman 10 di atas kertas A5.
  2. Tampilkan 1 atau 2 buah foto, gambar atau tabel dengan ukuran 5 x 3 cm (atau menyesuaikan).
Makalah Lengkap
  1. Panduan lengkap penulisan makalah dapat diunduh di sini.
  2. Makalah dibuat dalam bentuk berkas .doc atau .docx dan dikirim ke alamat emailseminar@metalurgi.lipi.go.id atau diserahkan langsung ke sekretariat.
Poster
  1. Poster harus dibuat sendiri oleh peserta dalam bentuk hard-copy dan diserahkan ke panitiaselambat-lambatnya pada saat sebelum acara seminar dimulai pada tanggal 13 Oktober 2010.
  2. Poster dibuat pada kertas ukuran A1 posisi portrait dan memuat informasi yang lengkap terhadap isi makalah secara keseluruhan.
  3. Poster terdiri dari Judul, Nama dan Afiliasi, Abstrak, Pendahuluan, Percobaan, Hasil Percobaan, Pembahasan, dan Kesimpulan.

Pendaftaran

Biaya yang dikenakan untuk mengikuti Seminar Material dan Metalurgi 2010 adalah:
- Rp 200.000,- untuk Pemakalah
(untuk makalah kedua dan selanjutnya dikenakan biaya masing-masing Rp 100.000,-)
- Rp 150.000,- untuk Pendengar
(mahasiswa peserta pendengar dengan rekomendasi dosen tidak dikenakan biaya pendaftaran,
jumlah peserta terbatas)
Pemesanan Prosiding Seminar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000,-
Biaya langsung ditransfer ke rekening Seminar Material Metalurgi 2010 sebagai berikut:
Rekening Seminar Material Metalurgi 2010
Bank Syariah Mandiri KCP Ciputat
No. Rekening 101 002 1997
a.n. Koperasi Karyawan Metalurgi
Konfirmasi transfer dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 085714599735 (Agung Baskoro) atau 081322840550 (Erie) atau dengan mengirimkan email ke alamat: seminar@metalurgi.lipi.go.iddengan judul “Konfirmasi Transfer Biaya Seminar Material Metalurgi 2010″.
Untuk memudahkan panitia, bukti transfer harap dikirimkan melalui fax ke nomor 021 7560553 u.p. Agung Baskoro.
Pendaftaran online dapat dilakukan dengan mengisi Formulir Pendaftaran atau datang langsung ke sekretariat.
Sekretariat
Panitia Seminar Material Metalurgi 2010
Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd. 470, Serpong, Tangerang
Telp. 021-7560911, Fax. 021-7560553
Email: seminar@metalurgi.lipi.go.id
Contact Person:
Yulinda Lestari (081389925637)
Erie (081322840550)

Rabu, 07 Juli 2010

Daftar Makalah yang bisa di download Gratis dari website http://garuda.dikti.go.id

  1. Daftar Makalah yang bisa di download Gratis dari website http://garuda.dikti.go.id

  2. Pengaruh keausan terhadap logam berbasis A1 dan Fe akibat proses abrasif

  3. Pengaruh temperatur terhadap ketahanan korosi pada material berbasis nikel pada media larutan klorida

  4. Pengaruh korosifitas tanah terhadap struktur perpipaan secara umum

  5. Korosi sumuran material UNS N08800 pada pelindung elemen pemanas air tenaga matahari di daerah pantai

  6. Karakterisasi komposit titanium dengan penguat partikel silicon karbida hasil peleburan

  7. Pengembangan material kobalt sebagai material pengganti fungsi tulang pada tubuh manusia

  8. Simulasi komputer pembentukan lembaran logam (Deep drawing)

  9. Karakterisasi awal kegagalan material baja karbon rendah akibat korosi atmosfer di lingkungan industri

  10. Perubahan struktur kristal material berbasis karbon terhadap sifat konduktivitas

  11. Kegagalan material berbasis ferrous akibat proses metal dusting

  12. Pengaruh keausan terhadap logam berbasis Al dan Fe akibat proses abrasif.

  13. Pengaruh temperature terhadap ketahanan korosi pada material berbasis nikel pada media larutan klorida.

  14. Pengaruh korosifitas tanah terhadap struktur perpipaan secara umum.

  15. Pengaruh temperatur kerja terhadap sifat mekanik baja AISI 1011.

  16. Karakterisasi perbandingan material baja karbon rendah dan baja lapis seng di lingkungan klorida 5persen dengan uji kabut garam.


Sekilas Hubungan antara Baja tahan karat Austenitik dan Korosi Retak Tegang

Baja tahan karat di dalam dunia rekayasa material digunakan secara luas hingga sekarang dengan pengembangan-pengembangan baru. Material ini memiliki secara umum sifat ketahanan korosi yang baik di berbagai lingkungan. Ketahanan korosi ini dikarenakan adanya kandungan unsur-unsur di dalam paduan tersebut. Unsur-unsur krom (Cr) dan Nikel (Ni) merupakan unsur yang bertanggung jawab atas ketahanan korosi. Baja tahan karat dengan kandungan unsur krom lebih dari 12%wt memberikan efek ketahanan korosi. Baja tahan karat dengan unsur krom lebih dari 10%wt akan membentuk suatu lapisan oksida protektif (CrsO3) di permukaan baja untuk melindungi beberapa lingkungan korosif.

Korosi merupakan fenomena degradasi suatu material logam melalui suatu reaksi elektrokimia dengan lingkungan material berada. Reaksi elektrokimia mempunyai komponen anoda,katoda dan larutan elektrolit. Larutan elektrolit antara lain HCl,HNO3,H2SO4,MgCl2 dan sebagainya. Tiga komponen di atas akan memberikan efek korosi pada material logam. Kerugian kerusakan material akibat korosi membuat biaya produksi dan perawatan yang sangat besar sehingga pemilihan material dan cara proteksi terus dikembangkan melalui riset-riset di dunia. Di negara Amerika serikat, biaya korosi di bidang produksi dan manufaktur berkisar 17,6 milyar dolar, bidang infrastruktur 16,8 milyar dolar, utiliti berkisar 47,9 milyar dolar dan transportasi 29,7 milyar dolar.
Di sektor industri antara lain petrokimia, minyak dan gas bumi,farmasi dan lain-lain harus mengeluarkan biaya pemeliharaan untuk komponen –komponen pabriknya seperti pressure vessel, heat exchanger, pipa-pipa penyalur, coller plant dan lain-lain. Pipa-pipa penyalur Gas, air pendingin bertekanan tinggi juga menjadi persoalan jika terjadi kegagalan seperti pipa meledak atau bocor. Selain aspek korosi di lingkungan juga harus di lihat aspek internal material kemudian tekanan di dalam komponen tersebut yang bekerja pada material tersebut.

Jenis korosi dibagi beberapa macam antara lain korosi seragam,korosi celah,korosi sumuran, korosi erosi,korosi retak tegang dan sebagainya. Korosi retak tegang merupakan kombinasi antara lingkungan korosif, beban di material logam dan internal material itu sendiri. Baja tahan karat AISI 304 merupakan material yang umumnya rentan terhadap serangan korosi retak tegang.Umumnya korosi retak tegang terdapat pada aplikasi pengelasan pipa atau komponen-komponen lainnya.

Korosi retak tegang terjadi di lingkungan korosif khususnya MgCl2 pada suhu di atas 1000C, peran lingkungan korosif tidak terlepas dari kehadiran oksigen dan keberadaan ion asing klorida . Peran beban luar yang bekerja pada material cukup penting karena peningkatan tegangan luar akan mengurangi waktu material untuk patah. Minimal tidak boleh melebihi 70% tegangan luluh suatu material. Namun di lapangan korosi retak teganga dapat terjadi di bawah tegangan luluh. Tegangan luar dapat berupa tegangan langsung, tegangan sisa, dan tegangan akibat termal.

Faktor metalurgi juga berperan dalam terjadinya korosi retak tegang. Kerentanan korosi ini di pengaruhi oleh komposisi kimia bulk, orientasi butir-butir, komposisi, dan distribusi presipitasi, dan dislokasi. Faktor metalurgi lainnya yaitu keberadaan krom karbida di batas butir. Baja tahan karat tipe austenitik mempunyai kerentanan terhadap proses sensitasi. Sensitasi adalah proses pembentukan senyawa baru di batas butir antara suhu 580 – 8150C sehingga dapat memberikan efek korosi batas butir jika di dalam larutan korosif. Daerah kekurangan krom (chrom depleted zone) akan mengalami korosi sebagai anoda sehingga sifat ketahanan korosi berkurang karena tidak bisa mampu memulihkan secara cepat lapisan protektif krom oksida (Cr2O3). Lingkungan MgCl2 kan menyerang daerah kurang lapisan protektif. Adanya beban luar dan tegangan sisa di material AISI 304 akan memberikan efek bersama terjadinya retakan di batas butir.