Rekan-rekan penerima beasiswa MEXT atau calon penerima sebaiknya harus tahu tentang info ini. Pemerintah Jepang mulai bulan April 2011 menurunkan nilai uang beasiswa perbulan yang diterima oleh mahasiswa dengan kisaran tertinggi 5000 yen. Cukup lumayan besar kalau dikonversikan ke rupiah sekitar Rp.600.000,-.
Nilai uang beasiswa MEXT yang terbaru mulai bulan April 2011 sebagai berikut :
1. Undergraduate Student ---------------->>> ¥123.000
2. College of Technology Students -------->>> ¥123.000
3. Specialized Training College Students -->>> ¥123.000
4. Japanese Studies Students -------------->>> ¥123.000
(Research Students, Teacher Training Student)
1. Research Students, Non-Degree Students --------->>> ¥150.000
2. Master`s Course ----------------------------------->>> ¥152.000
3. Doctoral Course ----------------------------------->>> ¥153.000
Young Leaders`s Program Students ------------------->>> ¥250.000
Semoga bermanfaat info yang saya berikan kemudian sebagai bahan pertimbangan rekan-rekan yang akan mendaftar sekolah ke negeri Jepang.
jualan
SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK
Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.
Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.
Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons
Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.
Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.
Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons
Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Pin. BB : 7ED20F5E
E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com
Minggu, 06 Maret 2011
Tidak semuanya perlu harus MOU saat mendapatkan Beasiswa MEXT U to U
Sebenarnya yang menjadi kendala saat mendaftar beasiswa Monbukagakusho U to U adalah adanya MOU antara universitas di Indonesia dengan di jepang. Memang penting untuk suatu penilaian saat seleksi di tingkat Universitas, namun hanya bagian dari 'scoring' saja, bukan yang "utama". Yang penting adalah rekommendasi dari professor di jepang, bidang kita sesuai, IPK kita bagus saat S1 atau s2, Proposal riset kita OK di mata Professor. Kadang-kadang, pernah punya temen di forum dimana dia itu "Jobless" bisa dapat beasiswa Monbukagakusho U to U, atau juga teman dimana universitas dia di indonesia nggak punya MOU dengan universitas yang akan dia sekolah di jepang. Namun cukup rekomendasi professor di universitas dia di indonesia aja sudah cukup kok.Di jepang, Masing-masing Universitas dikasih jatah penerima beasiswa oleh pemerintah jepang baik universitas nasional, publik, atau swasta, jadi tenang aja, kesempatan makin banyak dibandingkan G to G. Toh juga uang per bulannya juga sama kok.Jadi kesimpulan adalah :1. Jangan jadikan MOU itu suatu hambatan utama untuk dapat beasiswa versi U to U.2. Percayalah beasiswa Monbukagakusho U to U, kesempatan untuk dapat almost 60 persen lebih dibandingkan G to G.3. saya sarankan lewat Program U to U saja, jangan G to G. Karena program G to G, untuk graduate saja kuota cuma 50 orang ( S2 + S3), sedangkan yang daftar aja se-nusantara indonesia bisa ratusan orang.
Kamis, 15 Juli 2010
Seminar Material Metalurgi 2010
Seminar Material Metalurgi 2010
Tema Seminar
“Peran Penelitian Material Metalurgi untuk Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Mineral Indonesia”
Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam mineral yang melimpah. Kekayaan alam tersebut merupakan peluang yang sangat potensial bagi munculnya berbagai industri dari industri hulu sampai industri hilir. Hal ini karena mineral-mineral tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi berbagai industri, seperti manufaktur, transportasi, elektronik dan lain-lain.
Pengelolaan sumber daya mineral Indonesia yang telah dilakukan oleh industri hilir maupun hulu tersebut masih mengalami keterbatasan khususnya dalam pemanfaatan mineral sebagai bahan baku yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya. Upaya penelitian-penelitian telah dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dan industri. Namun keselarasan hasil penelitian belum dapat diimplentasikan secara maksimal untuk aplikasi pada industri. Penelitian pada bidang material dan metalurgi, merupakan salah satu pihak yang dianggap berkompeten untuk peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Penelitian tersebut harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan industri nasional.
Seminar Material dan Metalurgi 2010 ini diharapkan mampu menyumbangkan hasil-hasil penelitian yang bermanfat bagi pembangunan nasional dan pemecahan masalah-masalah yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia. Seminar Material Metalurgi ini akan dihadiri oleh para peneliti dan praktisi dari berbagai instansi penelitian, perguruan tinggi dan industri. Partisipasi peserta seminar akan memberikan sumbangsih besar dalam terciptanya keharmonisan antara lembaga penelitian, instansi pendidikan, dan industri dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
Tujuan Kegiatan
- Meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peneliti di bidang material metalurgi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
- Memberi wadah bagi penyampaian ide, gagasan, solusi, dan diskusi untuk kemajuan industri nasional, khususnya pada industri berbasis material metalurgi.
- Memberi pedoman masukan bagi aspek penelitian dan pengembangan di bidang material metalurgi yang sejalan dengan tuntutan industri nasional.
Rencana Kegiatan
- Keynote Speaker
- Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Dr. Ir. Bambang Setiawan
- Ketua Kelompok Keahlian (KK) Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Prof. Syoni Soepriyanto, PhD.
- Direktur Utama PT. Timah Industri, Ir. Purwijayanto
- Pembicara Pemakalah Seminar
- Instansi Perguruan Tinggi
- Industri
- Rekayasa dan Jasa Metalurgi
- Lembaga Penelitian dan Pengembangan
- Instansi Pemerintah
- Mahasiswa
- Presentasi Industri dan Diskusi Panel
- Pada sesi ini akan dilakukan presentasi industri dan diskusi panel berkaitan dengan tema seminar. Acara ini akan menampilkan panelis dari berbagai industri dan lembaga litbang antara lain:
- PT. NUSANTARA SMELTING CORP. (NSC), Ir. Satya Graha
- PT. ANTAM, Tbk, Ir. Tatto Miraza
- Pakar Metalurgi, Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto
- Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LitBang)
- Industri Material dan Metalurgi - Presentasi Ilmiah
- Makalah-makalah yang dipresentasikan diputuskan berdasarkan seleksi tehadap full paper yang masuk. Hasil seleksi akan diberitahukan kepada peserta melalui email atau pengumuman pada situs ini.
- Poster dan Pameran
- Makalah yang tidak termasuk dalam daftar makalah yang dipresentasikan akan dipamerkan pada sesi poster yang didampingi oleh panelis poster. Pameran terdiri atas stand-stand para sponsor, perusahaan, dan industri yang akan memamerkan produk-produk atau jasa unggulan mereka.
Peserta Seminar
Peserta Seminar Material Metalurgi 2010 terdiri dari pemakalah dan peserta pendengar dari berbagai kalangan seperti:
1. Perguruan Tinggi
2. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
3. Instansi Pemerintah
4. Industri
1. Perguruan Tinggi
2. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
3. Instansi Pemerintah
4. Industri
Ruang Lingkup Makalah
Adapun makalah peserta (dipresentasikan boleh dalam bentuk poster dan diprosidingkan) mencakup topik-topik:
1. Pengolahan sumber daya mineral
2. Ekstraksi mineral/logam dari limbah
3. Metalurgi fisik dan Manufaktur
4. Keramik dan komposit
5. Advanced material dan nanoteknologi
6. Rekayasa peralatan metalurgi
7. Analisa dan karakterisasi material dan mineral
8. Permodelan dan simulasi material/metalurgi
9. Korosi dan failure analysis
1. Pengolahan sumber daya mineral
2. Ekstraksi mineral/logam dari limbah
3. Metalurgi fisik dan Manufaktur
4. Keramik dan komposit
5. Advanced material dan nanoteknologi
6. Rekayasa peralatan metalurgi
7. Analisa dan karakterisasi material dan mineral
8. Permodelan dan simulasi material/metalurgi
9. Korosi dan failure analysis
Target Keluaran
- Dokumen Prosiding Metalurgi yang akan diterbitkan Januari 2011
- Dokumen Majalah Metalurgi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
- Dokumen Majalah Korosi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
Pelaksanaan Seminar
Hari/Tanggal: Rabu / 13 Oktober 2010
Waktu: 08.00 - 16.15 WIB
Tempat: Graha Widya Bakti DRN, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15314, Banten
Waktu: 08.00 - 16.15 WIB
Tempat: Graha Widya Bakti DRN, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15314, Banten
Tanggal-Tanggal Penting
18 Agustus 2010:
Batas pengiriman abstrak lengkap (extended abstract) dan makalah lengkap (full paper)
Batas pengiriman abstrak lengkap (extended abstract) dan makalah lengkap (full paper)
22 September 2010:
Pengumuman presentasi oral dan poster
Pengumuman presentasi oral dan poster
27 September 2010:
Batas pembayaran peserta seminar
Batas pembayaran peserta seminar
Ketentuan-Ketentuan
- Panduan Abstrak Lengkap (Extended Abstract)
- Abstrak lengkap (extended abstract) ditulis lebih kurang 400 kata dalam format 1 spasi dengan huruf Times New Roman 10 di atas kertas A5.
- Tampilkan 1 atau 2 buah foto, gambar atau tabel dengan ukuran 5 x 3 cm (atau menyesuaikan).
- Makalah Lengkap
- Panduan lengkap penulisan makalah dapat diunduh di sini.
- Makalah dibuat dalam bentuk berkas .doc atau .docx dan dikirim ke alamat emailseminar@metalurgi.lipi.go.id atau diserahkan langsung ke sekretariat.
- Poster
- Poster harus dibuat sendiri oleh peserta dalam bentuk hard-copy dan diserahkan ke panitiaselambat-lambatnya pada saat sebelum acara seminar dimulai pada tanggal 13 Oktober 2010.
- Poster dibuat pada kertas ukuran A1 posisi portrait dan memuat informasi yang lengkap terhadap isi makalah secara keseluruhan.
- Poster terdiri dari Judul, Nama dan Afiliasi, Abstrak, Pendahuluan, Percobaan, Hasil Percobaan, Pembahasan, dan Kesimpulan.
Pendaftaran
Biaya yang dikenakan untuk mengikuti Seminar Material dan Metalurgi 2010 adalah:
- Rp 200.000,- untuk Pemakalah
(untuk makalah kedua dan selanjutnya dikenakan biaya masing-masing Rp 100.000,-)
- Rp 150.000,- untuk Pendengar
(mahasiswa peserta pendengar dengan rekomendasi dosen tidak dikenakan biaya pendaftaran,
jumlah peserta terbatas)
- Pemesanan Prosiding Seminar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000,-
- Rp 200.000,- untuk Pemakalah
(untuk makalah kedua dan selanjutnya dikenakan biaya masing-masing Rp 100.000,-)
- Rp 150.000,- untuk Pendengar
(mahasiswa peserta pendengar dengan rekomendasi dosen tidak dikenakan biaya pendaftaran,
jumlah peserta terbatas)
- Pemesanan Prosiding Seminar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000,-
Biaya langsung ditransfer ke rekening Seminar Material Metalurgi 2010 sebagai berikut:
Rekening Seminar Material Metalurgi 2010
Bank Syariah Mandiri KCP Ciputat
No. Rekening 101 002 1997
a.n. Koperasi Karyawan Metalurgi
Rekening Seminar Material Metalurgi 2010
Bank Syariah Mandiri KCP Ciputat
No. Rekening 101 002 1997
a.n. Koperasi Karyawan Metalurgi
Konfirmasi transfer dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 085714599735 (Agung Baskoro) atau 081322840550 (Erie) atau dengan mengirimkan email ke alamat: seminar@metalurgi.lipi.go.iddengan judul “Konfirmasi Transfer Biaya Seminar Material Metalurgi 2010″.
Untuk memudahkan panitia, bukti transfer harap dikirimkan melalui fax ke nomor 021 7560553 u.p. Agung Baskoro.
Pendaftaran online dapat dilakukan dengan mengisi Formulir Pendaftaran atau datang langsung ke sekretariat.
Sekretariat
Panitia Seminar Material Metalurgi 2010
Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd. 470, Serpong, Tangerang
Telp. 021-7560911, Fax. 021-7560553
Email: seminar@metalurgi.lipi.go.id
Contact Person:
Yulinda Lestari (081389925637)
Erie (081322840550)
Panitia Seminar Material Metalurgi 2010
Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd. 470, Serpong, Tangerang
Telp. 021-7560911, Fax. 021-7560553
Email: seminar@metalurgi.lipi.go.id
Contact Person:
Yulinda Lestari (081389925637)
Erie (081322840550)
Rabu, 07 Juli 2010
Daftar Makalah yang bisa di download Gratis dari website http://garuda.dikti.go.id
- Daftar Makalah yang bisa di download Gratis dari website http://garuda.dikti.go.id
Pengaruh keausan terhadap logam berbasis A1 dan Fe akibat proses abrasif
Pengaruh temperatur terhadap ketahanan korosi pada material berbasis nikel pada media larutan klorida
Pengaruh korosifitas tanah terhadap struktur perpipaan secara umum
Korosi sumuran material UNS N08800 pada pelindung elemen pemanas air tenaga matahari di daerah pantai
Karakterisasi komposit titanium dengan penguat partikel silicon karbida hasil peleburan
Pengembangan material kobalt sebagai material pengganti fungsi tulang pada tubuh manusia
Simulasi komputer pembentukan lembaran logam (Deep drawing)
Karakterisasi awal kegagalan material baja karbon rendah akibat korosi atmosfer di lingkungan industri
Perubahan struktur kristal material berbasis karbon terhadap sifat konduktivitas
Kegagalan material berbasis ferrous akibat proses metal dusting
Pengaruh keausan terhadap logam berbasis Al dan Fe akibat proses abrasif.
Pengaruh temperature terhadap ketahanan korosi pada material berbasis nikel pada media larutan klorida.
Pengaruh korosifitas tanah terhadap struktur perpipaan secara umum.
Pengaruh temperatur kerja terhadap sifat mekanik baja AISI 1011.
Karakterisasi perbandingan material baja karbon rendah dan baja lapis seng di lingkungan klorida 5persen dengan uji kabut garam.
Sekilas Hubungan antara Baja tahan karat Austenitik dan Korosi Retak Tegang
Baja tahan karat di dalam dunia rekayasa material digunakan secara luas hingga sekarang dengan pengembangan-pengembangan baru. Material ini memiliki secara umum sifat ketahanan korosi yang baik di berbagai lingkungan. Ketahanan korosi ini dikarenakan adanya kandungan unsur-unsur di dalam paduan tersebut. Unsur-unsur krom (Cr) dan Nikel (Ni) merupakan unsur yang bertanggung jawab atas ketahanan korosi. Baja tahan karat dengan kandungan unsur krom lebih dari 12%wt memberikan efek ketahanan korosi. Baja tahan karat dengan unsur krom lebih dari 10%wt akan membentuk suatu lapisan oksida protektif (CrsO3) di permukaan baja untuk melindungi beberapa lingkungan korosif.
Korosi merupakan fenomena degradasi suatu material logam melalui suatu reaksi elektrokimia dengan lingkungan material berada. Reaksi elektrokimia mempunyai komponen anoda,katoda dan larutan elektrolit. Larutan elektrolit antara lain HCl,HNO3,H2SO4,MgCl2 dan sebagainya. Tiga komponen di atas akan memberikan efek korosi pada material logam. Kerugian kerusakan material akibat korosi membuat biaya produksi dan perawatan yang sangat besar sehingga pemilihan material dan cara proteksi terus dikembangkan melalui riset-riset di dunia. Di negara Amerika serikat, biaya korosi di bidang produksi dan manufaktur berkisar 17,6 milyar dolar, bidang infrastruktur 16,8 milyar dolar, utiliti berkisar 47,9 milyar dolar dan transportasi 29,7 milyar dolar.
Di sektor industri antara lain petrokimia, minyak dan gas bumi,farmasi dan lain-lain harus mengeluarkan biaya pemeliharaan untuk komponen –komponen pabriknya seperti pressure vessel, heat exchanger, pipa-pipa penyalur, coller plant dan lain-lain. Pipa-pipa penyalur Gas, air pendingin bertekanan tinggi juga menjadi persoalan jika terjadi kegagalan seperti pipa meledak atau bocor. Selain aspek korosi di lingkungan juga harus di lihat aspek internal material kemudian tekanan di dalam komponen tersebut yang bekerja pada material tersebut.
Jenis korosi dibagi beberapa macam antara lain korosi seragam,korosi celah,korosi sumuran, korosi erosi,korosi retak tegang dan sebagainya. Korosi retak tegang merupakan kombinasi antara lingkungan korosif, beban di material logam dan internal material itu sendiri. Baja tahan karat AISI 304 merupakan material yang umumnya rentan terhadap serangan korosi retak tegang.Umumnya korosi retak tegang terdapat pada aplikasi pengelasan pipa atau komponen-komponen lainnya.
Korosi retak tegang terjadi di lingkungan korosif khususnya MgCl2 pada suhu di atas 1000C, peran lingkungan korosif tidak terlepas dari kehadiran oksigen dan keberadaan ion asing klorida . Peran beban luar yang bekerja pada material cukup penting karena peningkatan tegangan luar akan mengurangi waktu material untuk patah. Minimal tidak boleh melebihi 70% tegangan luluh suatu material. Namun di lapangan korosi retak teganga dapat terjadi di bawah tegangan luluh. Tegangan luar dapat berupa tegangan langsung, tegangan sisa, dan tegangan akibat termal.
Faktor metalurgi juga berperan dalam terjadinya korosi retak tegang. Kerentanan korosi ini di pengaruhi oleh komposisi kimia bulk, orientasi butir-butir, komposisi, dan distribusi presipitasi, dan dislokasi. Faktor metalurgi lainnya yaitu keberadaan krom karbida di batas butir. Baja tahan karat tipe austenitik mempunyai kerentanan terhadap proses sensitasi. Sensitasi adalah proses pembentukan senyawa baru di batas butir antara suhu 580 – 8150C sehingga dapat memberikan efek korosi batas butir jika di dalam larutan korosif. Daerah kekurangan krom (chrom depleted zone) akan mengalami korosi sebagai anoda sehingga sifat ketahanan korosi berkurang karena tidak bisa mampu memulihkan secara cepat lapisan protektif krom oksida (Cr2O3). Lingkungan MgCl2 kan menyerang daerah kurang lapisan protektif. Adanya beban luar dan tegangan sisa di material AISI 304 akan memberikan efek bersama terjadinya retakan di batas butir.
Korosi merupakan fenomena degradasi suatu material logam melalui suatu reaksi elektrokimia dengan lingkungan material berada. Reaksi elektrokimia mempunyai komponen anoda,katoda dan larutan elektrolit. Larutan elektrolit antara lain HCl,HNO3,H2SO4,MgCl2 dan sebagainya. Tiga komponen di atas akan memberikan efek korosi pada material logam. Kerugian kerusakan material akibat korosi membuat biaya produksi dan perawatan yang sangat besar sehingga pemilihan material dan cara proteksi terus dikembangkan melalui riset-riset di dunia. Di negara Amerika serikat, biaya korosi di bidang produksi dan manufaktur berkisar 17,6 milyar dolar, bidang infrastruktur 16,8 milyar dolar, utiliti berkisar 47,9 milyar dolar dan transportasi 29,7 milyar dolar.
Di sektor industri antara lain petrokimia, minyak dan gas bumi,farmasi dan lain-lain harus mengeluarkan biaya pemeliharaan untuk komponen –komponen pabriknya seperti pressure vessel, heat exchanger, pipa-pipa penyalur, coller plant dan lain-lain. Pipa-pipa penyalur Gas, air pendingin bertekanan tinggi juga menjadi persoalan jika terjadi kegagalan seperti pipa meledak atau bocor. Selain aspek korosi di lingkungan juga harus di lihat aspek internal material kemudian tekanan di dalam komponen tersebut yang bekerja pada material tersebut.
Jenis korosi dibagi beberapa macam antara lain korosi seragam,korosi celah,korosi sumuran, korosi erosi,korosi retak tegang dan sebagainya. Korosi retak tegang merupakan kombinasi antara lingkungan korosif, beban di material logam dan internal material itu sendiri. Baja tahan karat AISI 304 merupakan material yang umumnya rentan terhadap serangan korosi retak tegang.Umumnya korosi retak tegang terdapat pada aplikasi pengelasan pipa atau komponen-komponen lainnya.
Korosi retak tegang terjadi di lingkungan korosif khususnya MgCl2 pada suhu di atas 1000C, peran lingkungan korosif tidak terlepas dari kehadiran oksigen dan keberadaan ion asing klorida . Peran beban luar yang bekerja pada material cukup penting karena peningkatan tegangan luar akan mengurangi waktu material untuk patah. Minimal tidak boleh melebihi 70% tegangan luluh suatu material. Namun di lapangan korosi retak teganga dapat terjadi di bawah tegangan luluh. Tegangan luar dapat berupa tegangan langsung, tegangan sisa, dan tegangan akibat termal.
Faktor metalurgi juga berperan dalam terjadinya korosi retak tegang. Kerentanan korosi ini di pengaruhi oleh komposisi kimia bulk, orientasi butir-butir, komposisi, dan distribusi presipitasi, dan dislokasi. Faktor metalurgi lainnya yaitu keberadaan krom karbida di batas butir. Baja tahan karat tipe austenitik mempunyai kerentanan terhadap proses sensitasi. Sensitasi adalah proses pembentukan senyawa baru di batas butir antara suhu 580 – 8150C sehingga dapat memberikan efek korosi batas butir jika di dalam larutan korosif. Daerah kekurangan krom (chrom depleted zone) akan mengalami korosi sebagai anoda sehingga sifat ketahanan korosi berkurang karena tidak bisa mampu memulihkan secara cepat lapisan protektif krom oksida (Cr2O3). Lingkungan MgCl2 kan menyerang daerah kurang lapisan protektif. Adanya beban luar dan tegangan sisa di material AISI 304 akan memberikan efek bersama terjadinya retakan di batas butir.
Minggu, 06 Desember 2009
PEMBERSIHAN KARAT BAJA KARBON DENGAN METODE KIMIA (CHEMICAL CLEANING)
Bahan-bahan :
- 500 mL Asam klorida (HCL) sp.gr.1.19
- 3,5 gram Hexamethylene tetramine (inhibitor)
- Beaker glass ukuran 500 mL
- beaker glass /gelas ukur ukuran1000 mL
- Container gelas/plastic untuk mencelupkan benda uji ke larutan
- Sarung tangan plastik
- Masker
- Kacamata pelindung
Prosedur kerja :
- Campurkan 500 mL HCL dengan 3,5 Hexamethylene Tetramine (inhibitor) di dalam beaker glass ukuran 500 mL. kemudian campurkan air aquades hingga 1000 mL. (Ingat bahwa jangan mencampur air aquades ke dalam asam, namun Asam dicampur ke dalam air secara perlahan-lahan)
- Siapkan sarung tangan plastic dan masker, lebih baik lagi kalau ada kacamatan bening plastik (uap asam cukup berbahaya)
- Siapkan container gelas untuk diisi larutan campuran seperlunya. Celupkan benda uji, kemudian usap-usap dengan kapas ke benda uji (batang stainless steel ukuran kecil dililitkan kapas). Usapkan pelan-pelan hingga karat-karat terlarut dan hilang (waktu ekspos 1-3 menit) jangan terlalu lama, karena akan merusak/memakan logam itu sendiri.
- Setelah permukaan benda bersih (permukaan berwarna keperakan), angkat segera dan bersihkan dengan air mengalir (keran air) selama 30-40 detik.
- Setelah itu usapkan dengan alcohol/acetone agar kotoran yang melekat hilang dan keringkan dengan “hair dryer” hingga kering.
- Benda sudah bersih dan siap untuk dipakai kembali
Senin, 09 November 2009
Pengetasan hidrogen pada Nikel Alloys sebagai intermetallic compounds
Generally, Intermetallic compounds are brittle and high melting point. They offer a combination between ceramic and metallic properties when hardness and/or resistance to high temperatures are important factor. They exhibit low toughness and poor fabricability. The binary compound Ni3Si with an L12 structure exhibit an increasing yield stress with increasing temperature and good oxidation resistance. The restricted usage of the cast condition is generally applied for engineering structural material. Effort to improve the ductility of Ni3Si by ternary substituted alloying revealed that Ti substitution for Si Significantly enhanced the room-temperature ductility of the compound1. Up to 11% Ti dissolves in Ni3Si. A Ni3(Si,Ti) alloy with L12 structure is commonly used as a high temperature structural material and also considered as a basic composition for all of further modified intermetallic compounds. However, Ni3(Si,Ti) alloy has been shown to be very susceptible to the environmental embrittlement at ambient temperature2. A number of studies have been investigated to explain the embritllement mechanism related to intermetallic compounds. Takasugi et al2. has suggested that the moisture-induced embrittlement of Ni3(Si,Ti) alloy is caused by decomposition of moisture on alloy surface including exposed grain boundaries, and subsequent micro-processes of permeation into alloy, migration and condensation of atomic hydrogen to grain boundaries in front of a propagating micro crack. Boron can segregate to grain boundaries and suppresses intergranular fractures in many steels and Ni-Based alloys3. Boron is assumed to penetrate along the grain boundaries, to enrich at the grain boundaries and then to affect the mechanical properties4. The addition of Boron in Ni3(Si,Ti) can enhance the ductility, both in air and in vacuum.
All research in which had conducted almost 20 years still concerned about the harmful hydrogen aspect. This element released from aqueous solution, moisture in surrounded air, and hydrogen gas. Some studies so far showed that the fracture of intermetallic compounds including various Ni3(Si,Ti) alloys only considered the mechanical property such as ductility, ultimate tensile stress, yield stress, elongation in various environment mostly in air, distilled water, and hydrogen gas 1,2,5,6. The effect of boron (50 ppm) doping and dislocations had been investigated7.
Reference :
[1]. K.S.Kumar, C.T.Liu, J.L.Wright., Intermetallics 4 (1996) 309
[2]. T.Takasugi, M.Wada, Y.Kaneno, H.Inoue., Materials Science and Engineering A329-331 (2002) 523.
[3]. Mulford, R.A., Embrittlement of Engineering Alloys, ed. C.L. Briant and S.K. Banerji. Academic Press, New York , 1983,p.1
[4]. T.Takasugi, C.T.Liu, L.Heatherly, E.H.Lee & E.P.George., Intermetallics 6 (1998) 369.
[5]. C.L.Ma, T.Takasugi,S., Hanada., Journal of Materials Sceince 32 (1997) 5478
[6]. T.Takasugi, S.Hanada., Mat.Res.Symp.Proc.Vol.552 (1999). KK6.5.2
[7]. C.L.Ma, T.Takasugi, S.Hanada., Acta mater. Vol.44. No.4 (1996). 1349
Langganan:
Postingan (Atom)