jualan

jualan

SELAMAT DATANG DI BLOGGER MATERIAL & E-BOOK

Selamat datang rekan-rekan blogger dan pemerhati bidang material dan logam.
Website ini berisi semua hal yang berhubungan dengan material dan logam. Saya menyediakan informasi E-book khusus material dan logam yang cocok bagi para mahasiswa, dosen,peneliti dan pemerhati.

Khususnya rekan-rekan yang bekerja di Industri, riset dan development yang berhubungan dengan produk logam dan manufaktur serta korosi jika ada troubleshooting atau masalahteknis "Jangan segan-segan" untuk kontak saya.


Mohon melalui kontak e-mail saja, Insya Allah akan direspons

Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST, M.Si.
(Peneliti Material & Korosi)
Puslit Metalurgi dan Material (P2M2) -LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd.474 Serpong Tangerang Selatan Banten Indonesia
HP. 0858-8863-6002
Pin. BB : 7ED20F5E

E-mail : gadangp@gmail.com atau onlinemtrl@gmail.com


Kamis, 17 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

Assalamualaikum Wr.Wb

Kami staf pengelola blog "Logam dan E-Book" mengucapkan :

Selamat hari raya idul fitri 1430 H 2009, minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin.

Jika dalam penyajian artikel -artikel kami ada yang tidak berkenan baik disengaja maupun tidak sengaja, mohon maaf sebesar-besarnya. Semuanya hanya untuk kepentingan penyebaran ilmu pengetahuan.

Wassalam,

Rabu, 09 September 2009

Lowongan Menjadi Peneliti dan administrasi di Pusat Penelitian Metalurgi-LIPI tahun 2009

Kepada Rekan rekan

Jika anda tertarik menjadi pegawai negeri sipil di Pusat Penelitian Metalurgi-LIPI khususnya Staf peneliti dan adiministrasi tahun 2009 mulai tanggal 3 sepetember 2009. Total lowongan 4 orang. Silahkan klik link di : http://www.cpns.lipi.go.id/


NO JABATAN KATEGORI STRATA BIDANG JUMLAH

1. Kandidat Peneliti Bidang Metalurgi Ekstraksi peneliti S1 Teknik Metalurgi 1
2. Kandidat Peneliti Bidang Konservasi Bahan peneliti S1 Kimia 1
3. Penata Laporan Keuangan administrasi S1 Ekonomi (Akuntansi) 1
4. Kandidat Peneliti Bidang Konservasi Bahan peneliti S1 Teknik Metalurgi 1

TOTAL 4  

Rabu, 26 Agustus 2009

pengujian sederhana dengan melihat posisi sampel (celup sempurna, setengah celup, tidak tercelup)

Observasi dasar sederhana  perbedaan prosentase karat akibat posisi sampel di lingkungan
Metode pendekatan pengujian berstandar NACE TM-01-69 dilakukan secara skala laboratorium. Pengujian ini merupakan pendekatan kejadian sebenarnya yang dipercepat dengan konsentrasi 5%wt NaCl dan suhu 400C. Tujuan pengujian ini untuk melihat kondisi permukaan lapisan nikel krom dengan tiga kondisi berbeda yaitu :
  1. Daerah tercelup penuh
  2. Daerah setengah tercelup
  3. Daerah di atas permukaan larutan
 Terlihat pada Gambar 1 merupakan skema dasar sederhana pengujian dengan pendekatan metode NACE TM-01-69. Tiga sampel ditempatkan pada suatu ruang bersistem tertutup (close system) agar uap larutan akan berkodensasi kembali ke larutan. Larutan menggunakan NaCl 5wt%, temperatur larutan dijaga hingga 40 derajat celsius. Durasi pengujian hingga 360 jam.
Metode evaluasi menggunakan ASTM D 1654 untuk melihat prosentase karat di permukaan sampel

 Gambar 1. Skema dasar pengujian


Pada Tabel 1 terlihat nilai perbedaan ketebalan terbesar adalah 2.8 µm sehingga tidak ada nilai ketebalan spesimen yang turun draktis. Secara umum, Daerah karat terbesar pada daerah setengah celup dimana posisi sampel tercelup setengah dengan kisaran 2,14 persen. Daerah di atas permukaan air larutan panas juga mengalami perambatan karat dengan daerah karat terbesar 0.32%. Prosentase daerah karat terkecil pada daerah tercelup penuh berkisar 0.18%

 



Pengujian simulasi berstandar NACE TM-01-69 memberikan indikasi prosentase karat  terberat pada sampel pada posisi setengah tercelup 2.14%. Sampel tercelup sempurna memiliki prosentase karat terkecil 0.18% sedangkan prosentase karat tertinggi sampel di atas permukaan larutan berkisar 0.31%. Simulasi ini memberikan pendekatan kejadian sebenarnya. Daerah “splash zone“ merupakan daerah diantara larutan dan udara. Daerah ini fenomena karat terparah.

 Gambar 2. Grafik prosentase karat di berbagi posisi sampel.

Gambar 2 memperlihatkan secara jelas bahwa kerusakan terparah pada daerah setengah tercelup kemudian disusul dengan daerah yang terpapar uap panas NaCl dan sampel tercelup sempurna. Larutan NaCl mengandung ion klorida (Cl) yang dapat merusak lapisan oksida yang diwakili oleh Cr2O3 pada lapisan Cromium (layer atas) setelah Nikel. Namun peran oksigen juga sangat penting untuk mempercepat reaksi tersebut. tingkat oksigen (Oxygen level ) di dalam larutan lebih rendah dibandingkan sampel yang terpapar uap larutan. Namun pertimbangan peranan oxygen level pada posisi sampel setengah celup dapat dipertegas dengan pendekatan kegagalan differential oxygen (aeration) corrosion . Adanya dua lingkungan berbeda (Beda tingkat oksigen) dalam satu bulk sampel bertendensi mempercepat terjadinya korosi dimana daerah yang level oxygen rendah cenderung akan terkorosi (anoda) dibandingkan level tinggi. Namun kita harus memandang secara komprehensif kegagalan korosi tersebut yaitu adanya perbedaan oxygen level, adanya ion agresif klorida (Cl) dan suhu larutan yang meningkat.







Selasa, 02 Juni 2009

Rencana penelitian peta Daerah rawan KOROSI di DKI Jakarta dan sekitarnya

Di Tahun 2009, saya akan merencanakan untuk mengadakan penelitian mengenai daerah-daerah rawan KOROSI di DKI Jakarta khususnya tipe korosi atmosfirik.
Korosi Atmosfirik merupakan jenis korosi dimana lingkungan udara sekitar menjadi perhatian yang akan mempengaruhi kinerja material tersebut. Lingkungan dapat dibagi empat daerah :
1. Daerah Rural
2. daerah Urban
3. daerah Industri
4. Daerah maritim

Masing-masing daerah mempunyai karakter dan tingkat korosi yang berbeda. Seperti daerah DKI jakarta dan sekitarnya termasuk katagori tersebut.

Dalam rencana penelitian ini, cukup sederhana pelaksanaannya, namun membutuhkan analisa yang komprehensif. Kita bisa membandingkan material logam telanjang, material logam dilapis logam dan material dilapis cat/organic coating dengan waktu ekspos 1, 2, 3, 4 dan 5 tahun. Standar yang digunakan adalah ISO, ASTM, dll

Saya sempat ditanya oleh klien, apakah bisa dengan menggunakan Uji Kabut garam akan bisa memprediksi umur material di lapangan. Saya kira tidak bisa, karena variabel di udara seperti kelembaban, curah hujan, intensitas sinar matahari, angin, polutan (SOx,NOx,CO,CO2,dll).

Ini merupakan kesempatan cukup baik bagi para industri cat, metallic coating, dll, untuk menguji perfoma material secara real time di lapangan daerah DKI Jakarta dan sekitar di berbagai titik "Rak penempatan sampel" khususnya outdoor.

Kemungkinan kerjasama dengan BMG dan dinas lingkungan hidup DKI Jakarta juga akan dilakukan untuk mendapatkan data-data sekundaer pendukung penelitian

Kemungkinan pertengahan tahun ini, saya akan merumuskan proposal penelitian, silahkan saja jika tertarik dan berdiskusi via e-mail.

Terima kasih




Kamis, 23 April 2009

Pengujian Kabut Garam (Salt Fog Test)

(Alat uji kabut garam milik P2M-LIPI Bidang Konservasi Bahan)


Pengujian kabut garam (Salt fog Test) merupakan tipe pengujian korosi yang dipercepat (Accelerated Corrosion Testing). Standar ujinya adalah ASTM B117, atau JIS K5400. Tujuan dari tipe pengujian ini yaitu untuk mensimulasikan di dalam lab perfoma sifat korosi suatu produk. Biasanya untuk pengujian produk-produk baru misalnya metallic coating material, new painting coating material dsb. Namun dingat bahwa pengujian kabut garam tidak sama sekali mewakili sepenuhnya kondisi lingkungan yang akan mempengaruhi komponen tersebut.

Sehingga hasil dari data-data pengujian kabut garam secara luas digunakan untuk spesifikasi data pengujian suatu produk, technical literature sebagai standar penerimaan komponen untuk konsumen.

Banyak para customer di industri yang menanyakan apakah bisa suatu alat uji kabut garam bisa memprediksi kapan terjadinya korosi pada lingkungan luar, jawabannya jells tidak bisa, ini karena lingkungan luar tidak hanya mengandung garam sodium klorida (NaCl) namun banyak sekali factor-fakornya antara lain humiditas, curah hujan, palutan (Sox, NOx, hydrocarbon) dan sebagainya. Sehingga sulit mengatakan bahwa dengan X jam simulasi mewakili Y tahun di lingkungan luar. Untuk menguji kapan terjadinya korosi di material harus diuji dan diekspos di lingkungan luar sesuai dengan standar ISO 9223.

Terima kasih


Senin, 23 Maret 2009

Cairan untuk identifikasi awal untuk grade stainless steel


Gambar 1. Stainless steel tipe 304, warna merah dipermukaan akibat reaksi dengan larutan indikator


Gambar 2. Stainless steel tipe 316, warna merah tidak kelihatan dipermukaan akibat reaksi dengan larutan indikator

Kebetulan saya di laboratorium, coba-coba meramu campuran larutan dengan konsentrasi tertentu, sekarang masih tahap percobaan kecil. Percobaan ini memberikan suatu identifikasi awal melalui perbedaan warna di permukaan logam stainless steel untuk melihat performa stainless steel tanpa harus menguji komposisi kimia dengan bantuan alat uji ARL Spectrometer. Uji tetes namanya, dengan meneteskan 1 drop ke permukaan kemudian bereaksi dengan logamnya. Informasi yang dapat diberikan adalah :

1. Mengklasifikasikan digrade mana stainless steel itu berada, apakah austenitic SS, Ferritic SS, Martensitic SS (masih tahap pengembangan database)

2. Klasifikasi ini dapat dibantu/diperkuat dengan Uji magnet.
3. Dapat mensortir material SS yang dapat diklasifikasikan dengan melihat kadar nikel. biasanya untuk scrap-scrap.
4. Untuk mengindikasikan material khususnya austenitic Stainless steel seri 3XX tersensitasi atau tidak.




Selasa, 30 Desember 2008

SELAMAT TAHUN BARU TAHUN

Saya sebagai moderator blog "Logam dan E-book" mengucapkan selamat tahun baru masehi tahun 2009 dan tahun baru islam 1 Muharram 1430 H.
Semoga tahun yang baru memberikan semangat hidup dalam memperoleh tujuan hidup yang lebih baik.

Terima kasih

Moderator